PD: Pengangkatan Erwin Sujono Tidak Berbau KKN
Rabu, 26 Apr 2006 21:46 WIB
Jakarta - Pengangkatan adik ipar SBY, Mayjen TNI Erwin Sujono sebagai Pangkostrad dinilai tidak mungkin berbau KKN. Dalam TNI seorang perwira dinilai berdasarkan Keahlian dan kemampuannya yang diputuskan Wanjakti."Tidak mungkin pengangkatan itu dilakukan sembarangan. Proses itu semua melalui wanjakti dan pastinya tidak hanya satu calon yang diajukan sebelum diputuskan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat HM Noor Aman di kantornya, di Menara Thamrin, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (26/4/2006).Menurutnya, berbagai tudingan KKN yang muncul sangat tidak relevan. Pihak yang mengeluarkan pernyataan tersebut dinilai tidak mengerti proses kepangkatan di tubuh TNI."Seharusnya mereka mempelajari dulu proses kepangkatan di TNI. Benar apa tidak. Di TNI tidak ada yang tiba-tiba," tandasnya.Ditegaskan dia, Dalam proses Wanjakti tidak ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk mempengaruhi nama-nama calon yang diajukan. Semua nama calon biasanya diproses dengan melihat riwayat hidup, kemampuan dan keahlian, serta penugasan-penugasan yang sudah dilakukan."Prosesnya bertahap, dari Mabes AD diteruskan ke Mabes TNI. Itu dilakukan bukan dalam waktu satu atau dua hari," ujar mantan Gubernur Akademi Militer ini.Menurutnya Presiden SBY sama sekali tidak bisa mengintervensi proses ini. Mayjen Erwin Sujono dinilai memiliki prestasi dan berpengalaman di Kostrad karena pernah menjadi Panglima Divisi di Malang."Kalau SBY tidak jadi presiden pun saya yakin dia bakal jadi Pangkostrad," cetus Aman.Kepada pihak-pihak yang menuding terjadi KKN, Aman meminta agar tudingan itu jangan sampai merugikan orang lain. "Silahkan cek riwayat dan prestasinya. Jangan sampai tudingan ini merugikan orang lain," tandasnya.
(ary/)











































