Ketua DPD RI Bicara Strategi Cetak Generasi Emas di 2045

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 17:19 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: Dok. DPD RI

Apabila tidak, lanjut dia, bonus demografi pada tahun 2045 tidak akan tertangani dengan baik.

"Jangan sampai terjadi, saat kita memasuki era ledakan jumlah penduduk usia produktif, tetapi lapangan pekerjaan tidak mampu menyerap. Jika hal itu terjadi, bukan bonus demografi yang kita dapatkan tetapi bencana demografi," ujar Senator asal Jawa Timur itu.

Selain itu, LaNyalla menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Utamanya para pemuda dan mahasiswa.

"Karena pemuda dan mahasiswa sebagai bagian dari stakeholders generasi terdidik, memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam aspek moral, sosial dan intelektual," tegasnya.

Selain itu, dia mengatakan pemuda sebagai kelompok masyarakat yang dianggap sudah dewasa sehingga mampu memilih kehidupannya sendiri. Tidak hanya itu, para pemuda juga telah memiliki kesadaran ideologi sebagai bagian dari stakeholder bangsa.

"Artinya tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Karena itu, baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini," paparnya.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah menyiapkan roadmap dalam infrastruktur pendidikan di Indonesia lewat tiga tahapan terukur. Yaitu tahap pertama yang dimulai dari sekarang hingga tahun 2025 dengan fokus pembangunan pendidikan pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan.

Tahap kedua, pada 2026 hingga 2035 pembangunan pendidikan direncanakan sebagai tahap mewujudkan manusia Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang, dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif. Untuk mencapai tujuan pendidikan tahap kedua ini, lanjut dia, pemerintah harus memprioritaskan penguatan pendidikan karakter.

"Tahap ketiga, di tahun 2036 hingga 2045, pembangunan pendidikan diarahkan pada meningkatnya taraf pendidikan rakyat Indonesia yang mampu menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing internasional, " beber dia lagi.

Dengan begitu, diharapkan di tahun 2045, usia produktif Indonesia yang melimpah mampu mengubah tantangan menjadi peluang di tengah era disrupsi dan percepatan teknologi. Sehingga bonus demografi benar-benar menjadi berkah bagi Indonesia. Sekaligus dapat menghadirkan Generasi Emas di tahun 2045.

"Orang-orang muda harus menjadi ujung tombak dalam proses perjuangan, pembaharuan dan pembangunan bangsa. Pemuda dan mahasiswa sebagai salah satu aktor intelektual, sudah seharusnya mampu membawa bangsa ini bertransformasi menuju ke arah yang lebih baik," pungkasnya.


(ncm/ega)