Bimbang, Zaenal Tunggu Saran Tokoh Islam
Rabu, 26 Apr 2006 18:40 WIB
Jakarta - Begitu gagal jadi ketua umum PBR, Zaenal Ma'arif menyatakan mundur dari jabatan wakil ketua DPR. Sehari kemudian, Ketua DPR Agung Laksono bilang Zaenal batal mundur. Kini, Zaenal mau minta saran para tokoh Islam. Bimbang nih?"Secara pribadi, mental saya sudah siap, tapi kalau mereka (para tokoh Islam) meminta saya tidak mundur, saya akan lebih konsisten dalam membawa aspirasi umat," kata Zaenal saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Rabu (26/4/2006).Zaenal juga meluruskan pernyataan Ketua DPR Agung Laksono yang menyatakan dirinya batal mundur. Saat berbicara dengan Agung lewat telepon, Zaenal menyatakan dirinya akan berkonsultasi dengan beberapa tokoh.Para tokoh Islam yang akan ditemui Zaenal antara lain Ketua Dewan Syuro PBR Zainuddin MZ, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsudin, dan Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir, serta pimpinan DPR."Dengan Pak Zainuddin nanti malam, dengan Pak Hasyim dan Pak Din insya Allah besok, termasuk juga dengan Ba'asyir. Kalau dengan pimpinan DPR jika tidak besok, berarti hari Jumat," paparnya.Konsultasi dengan tokoh-tokoh tersebut dikarenakan dirinya merasa tidak sendirian dalam berpolitik. "Beberapa kiai menganggap saya mampu menjembatani berbagai hal, saya masih diperlukan," katanya."Saya juga akan bertemu dengan pimpinan DPR, karena saya juga sudah lama bergaul dengan mereka. Saya akan bicarakan hal ini," ujarnya.Zaenal menjelaskan, pernyataan pengunduran diri usai kalah dalam pertarungan perebutan ketua umum PBR di Bali 25 April lalu dimaksudkan memberikan pelajaran politik kepada konstituennya.Pernyataan tersebut bukan dikarenakan kegagalannya memperoleh jabatan ketua umum PBR. Jabatan itu sendiri dimenangkan oleh rivalnya, Bursah Zarnubi."Ada hal-hal moral yang saya perlu bertanggung jawab terhadap konstituen untuk memberikan pelajaran bahwa politik tidak ada yang gratis," ucapnya.Zaenal berharap seandainya nanti jadi mengundurkan diri, penggantinya tetap dari kalangan FPBR. "Itu jelas kedudukannya, harus dari fraksi," tandasnya.
(ndr/)











































