Kalla pada Ucup Kelik: Mana Teman Saya? Lho Mana Kumisnya?
Rabu, 26 Apr 2006 18:02 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menyambut para koleganya dari Republik BBM dengan sukacita. Pejabat yang paling dicarinya adalah Wapres Ucup Kelik. "Mana teman saya?" tanyanya.Tapi alangkah kagetnya Kalla karena Ucup Kelik tampil klimis. "Lho mana kumisnya?" tanya Kalla begitu rombongan Republik BBM tiba Istananya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2006).Sejam kemudian pertemuan Kalla dengan tamu dari "negeri tetangga", bubar. Para pejabat Republik BBM lalu menggelar jumpa pers. Taufik Savalas bicara dengan gaya khas ala presiden di Republik BBM. Hal ini membuat para wartawan terkekeh-kekeh.Sayangnya, Kelik Ucup yang tidak berkacamata dan berkumis seperti di televisi, menolak bergaya ala wapres. "Saya harus lihat kanan kiri dulu ini," elaknya sambil melirik ke arah anggota Paspampres yang berjaga di depan pintu.Wartawan juga bertanya padanya mengapa Ucup tidak memakai kumisnya. "Ini tanda kumiskinan sudah hilang di negeri ini," jawab Kelik yang jago plesetan ini disambut <>gerrr wartawan. "Nanti ditambahi sendirilah kumisnya di teve," imbuhnya cengengesan.Kelik mengaku sangat stres saat tiba di Istana Wapres. Bukan karena takut dimarahi Kalla, tapi karena, "Ini memang sudah cita-cita saya dari kecil bisa ke Istana."Kelik juga menceritakan, saat bertemu Kalla dia langsung meminta maaf apabila ada salah satu tampilannya yang menyinggung Kalla. Namun Kalla buru-buru menjawab, "Oh nggak apa-apa."Taufik Savalas juga gembira bisa menjadi tamu Kalla. "Akhirnya bisa juga orang Jembatan Lima (daerah di Jakarta Barat) menginjak Istana," kelakarnya.Format Tak BerubahSedangkan Penasihat Kepresidenan Republik BBM Effendy Ghazali menceritakan, Kalla berpesan agar Taufik dan Kelik tetap bisa menjaga kehormatan Presiden dan Wapres RI yang dihormati oleh rakyat dengan tidak melakukan akting yang konyol.Kalla juga mengaku sebagai salah satu penggemar Republik BBM meskipun tidak rutin menontonnya. "Bapak Wapres juga meminta jam tayang dimajukan karena dinilai terlalu larut, terutama bagi penonton di Indonesia Timur," kata Effendy.Effendy mengakui sebelum berkunjung ke Istana Wapres, dia dkk sempat khawatir akan ada permintaan khusus dari Wapres Kalla untuk merevisi format acara. Namun ternyata hal itu tidak terjadi, bahkan Wapres mendorong agar acara ini diteruskan karena bisa menjadi alternatif tontonan.Effendy yang membesut acara itu akan mempelajari masukan-masukan yang diberikan Kalla. Namun dia berjanji tidak akan ada perubahan format acara dan akan tetap memberikan kritik kepada pemerintah.
(nrl/)











































