Penjelasan Jaksa KPK soal Eks Dirjen Kemendagri di Sidang Nurdin Abdullah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:22 WIB
Foto: Mochamad Ardian Noervianto (dok. Kemendagri)
Mochamad Ardian Noervianto (dok. Kemendagri)
Makassar -

Jaksa KPK Muhammad Asri Irwan, yang menjadi jaksa penuntut umum (JPU) di pengadilan kasus suap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah, buka suara soal nama mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto disebut dalam sidang meminta fee proyek sekitar 7 persen dari Dana DAK Pemprov Sulsel.

Asri pada persidangan terdakwa pemberi suap Nurdin Abdullah, Agung Sucipto, pada Kamis, 24 Juni 2021, memang sempat mendalami pernyataan saksi mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel Jumras yang mengungkap Ardian meminta fee proyek sekitar 7 persen.

"Yang disebut-sebut namanya pada saat persidangan, memang disebut namanya oleh Pak Jumras, tetapi yang bersangkutan pada saat itu dalam posisi bukan Dirjen Bina Keuangan Daerah, tetapi masih Direktur Fasilitas Daerah atas nama Ardian ya," kata Asri Irwan kepada detikcom, Jumat (26/11/2021).

Menurut Asri, Jumras semasa jadi Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel pernah mengurus Dana DAK Pemprov Sulsel untuk anggaran tahun 2019 dan 2020 ke Kemendagri dengan bertemu Ardian.

"Dana DAK 2019 dan 2020. Jadi Pak Jumras sebagai Kepala Biro Pembangunan kalau mau mengurus DAK maka harus melalui Pak Ardian yang waktu itu Direktur Fasilitasi Daerah," katanya.

Asri mengatakan, fee pengurusan yang diminta Ardian adalah sekitar 7 persen. Hal ini juga diungkap Jumras kala menjadi saksi di persidangan.

"Waktu itu untuk pengurusan dana DAK dia beberapa kali dengan Pak Ardi di mana komunikasi itu berkaitan dengan pengurusannya atau fee yang akan dikeluarkan," kata Asri.

"Tujuh persen kalau tidak salah, disebut itu. Dan Pak Jumras bawa kontraktor yang namanya Hartawan," lanjut Asri.

Jumras Ungkap Ardian Minta Fee 7,5 Persen

Dalam persidangan terdakwa Nurdin Abdullah di Pengadilan Tipikor Makassar pada Kamis, 24 Juni 2021, Jumras yang kembali dihadirkan sebagai saksi kembali mengungkap pernyataannya soal Ardian meminta fee 7,5 persen ke dirinya dari DAK Pemprov Sulsel yang akan dikeluarkan.

"Itu namanya Ardian itu berapa kali datang dari Jakarta minta fee kepada saudara?" tanya Hakim Ibrahim kepada Jumras di persidangan saat itu.

Jumras lantas mengatakan Ardian sudah dua kali minta fee. "Dua kali ketemu saya satu kali tidak ketemu tapi dia melalui video call bahwa dia mau ke Makassar," ungkap Jumras.

Jumras mengatakan Ardian memang datang ke Makassar dan dia sempat bertemu di Hotel Claro. Padahal, kata Jumras, tak pernah ada komitmen sebelumnya harus ada fee dalam pengajuan proposal ke Kemendagri.

Kemudian dari pihak pengacara Agung Sucipto, M Nursal, sempat juga mendalami fee 7,5 persen yang disebut Jumras.

"Apakah angka 7,5 persen itu dikeluarkan (diminta secara langsung) oleh Adrian saat berkomunikasi dengan Saudara?" tanya M Nursal.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.