Penjelasan Jaksa KPK soal Eks Dirjen Kemendagri di Sidang Nurdin Abdullah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:22 WIB
Foto: Mochamad Ardian Noervianto (dok. Kemendagri)
Mochamad Ardian Noervianto (dok. Kemendagri)

Jumras lantas menjelaskan Ardian sendiri tidak pernah secara gamblang meminta fee 7,5 persen. Jumras menyebut Ardian telah meminta sejumlah uang yang nilainya dia lupa, tapi Jumras mengaku mengkalkulasi bahwa jumlah uang yang diminta Adrian adalah 7,5 persen dari total anggaran proyek.

"Saya mengkalkulasi, karena uang yang diminta Ardian ini sekitar itu Pak (7,5 persen setelah dikalkulasi Jumras)," katanya.

M Nursal kemudian heran mengapa Jumras sampai mengkalkulasi uang yang diminta Ardian.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencopot Mochamad Ardian Noervianto dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda). Ardian kini bertugas menjadi dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Beberapa waktu yang lalu Pak Ardian ditugaskan untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai dosen pada IPDN," ujar Kapuspen Kemendagri Benni Irwan saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/11).

Benni mengatakan Ardian dicopot dari jabatannya minggu lalu, Jumat (19/11). Benni enggan berkomentar mengenai adanya dugaan korupsi yang membuat Ardian dicopot.

"Kami belum sampai pada hal itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Benni menekankan Ardian memang memiliki passion untuk mengajar sehingga dijadikan dosen di IPDN. Menurutnya, pengalaman Ardian diperlukan untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan daerah.

"Beliau sudah sering mengajar dan sangat memiliki passion untuk mengajar, sekaligus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, khusus berkenaan dengan pengelolaan keuangan daerah," kata Benni.

"Hal ini, juga dalam rangka memperkuat program study Keuangan Daerah yang terdapat di IPDN," imbuhnya.

Saat ditanya apakah pencopotan Ardian terkait namanya yang disebut meminta fee proyek di sidang kasus suap Nurdin Abdullah, Benny mengaku belum mengungkapkannya.

"Kami belum sampai pada hal itu," ucap Benny.


(nvl/dhn)