Ada Kilat, Warga Yakin Gunung Merapi Segera Meletus

Ada Kilat, Warga Yakin Gunung Merapi Segera Meletus

- detikNews
Rabu, 26 Apr 2006 17:34 WIB
Magelang - Gunung Merapi segera meletus! Itulah yang diyakini masyarakat yang bermukim di lereng Merapi. Keyakinan mereka ini muncul setelah pada hari Minggu (23/4/2006) pukul 19.00 WIB, sempat terlihat halilintar/kilat menyambar-nyambar dipuncak gunung Merapi. Bagi mereka, halilintar sebagai pertanda dimulainya hajatan besar atau Merapi tidak lama lagi akan meletus. "Menawi thatit wonten nginggil (Kalau ada halilintar di puncak). Meniko tanda hajatan Mbah Mbah Petruk (sebutan penguasa Merapi) sudah dekat. Namung tanda tiyang adang dereng ketingal (namun tanda orang menanak nasi itu belum kelihatan)," kata Arjodikromo (70), warga Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang, Rabu (26/4/2006).Menurut Arjo, berdasar pengalaman selama tinggal di lereng Merapi, sebelum Merapi meletus selalu didahului dengan adanya kilat menyambar-nyambar di puncak berkali-kali. Selain itu suara gemuruh di puncak semakin sering terdengar. "Semua warga sini terutama yang tua-tua percaya bila ada kilat, pasti tidak lama lagi meletus dan warga harus segera menyingkir," katanya. Adanya kilatan di atas puncak gunung, menurut kepercayaan warga Desa Sengi dan sekitarnya, berarti hajatan Merapi sudah dekat. Para makhluk halus yang tinggal di Merapi mulai turun berparade menyusuri aliran-aliran sungai yang berhulu di Merapi. "Bila kilat muncul berarti mereka siap-siap akan berjalan menuju ke laut Kidul," katanya. Menurut Arjo, letusan tahun 1961 maupun 2001 juga didahului adanya kilat yang menyambar-nyambar. Bila ada kilat, warga di dusun Gowok Sabrang dan Gowok Pos diminta bergegas mengungsi, bila tidak ingin diterjang barisan kendaraan para penghuni Merapi. Kilat itu adalah pantulan sinar kendaraan penghuni Merapi. Saking mengkilatnya kendaraan, sampai-sampai ada cahaya seperti itu. Namun kalau orang biasa dianggap sebagai kilat biasa. "Sungai yang dilewati itu ibarat sebuah jalan raya. Sedang wedhus gembel (awan panas) itu debu dari kendaraan lelembut (makhluk halus)," katanya.Namun ketika ditanya apakah malam Jumat besok yang kebetulan juga malam Jumlat Kliwon berdasarkan hari pasaran Jawa, Merapi akan meletus, dia mengaku belum yakin. "Kadosi pun kok dereng (kayaknya kok belum)," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads