RI Bisa Lolos Ancaman Gelombang Ketiga COVID-19, Gimana Caranya?

Nada Zeitalini - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 12:32 WIB
Awas Gelombang 3 Covid di RI, Ini Wanti-wanti Pemerintah
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Indonesia dibayangi gelombang ketiga COVID-19. Akan tetapi, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memperkirakan Indonesia bisa lolos dari ancaman tersebut.

Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa harapan tersebut bisa terwujud dengan kerja sama yang baik. Melalui penerapan pembatasan dari pemerintah terhadap kegiatan masyarakat, kedisiplinan masyarakat menjaga protokol kesehatan, serta meningkatkan capaian vaksinasi.

"Tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa lolos dari ancaman gelombang ketiga pasca periode Nataru nanti jika setidaknya penerapan prokes serta cakupan vaksinasi terus ditingkatkan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, dilansir dari CNNIndonesia pada Jumat (26/11/2021).

Wiku pun menegaskan agar pemerintah berupaya keras mencegah ancaman gelombang ketiga COVID-19 pasca nataru ini. Bisa dengan memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi penyesuaian di momen Nataru nanti.

Adapun beberapa penerapan penyesuaian jelang Nataru, pertama yaitu mengontrol protokol kesehatan di rumah ibadah atau gereja. Juga dengan membatasi kuota jemaat yang beribadah di gereja. Kedua, meniadakan mudik musiman yang kerap terjadi di akhir tahun.

Ketiga penyesuaian kegiatan Tahun Baru, dengan melarang setiap kegiatan yang meramaikan momen Tahun Baru, terutama yang memicu terjadinya kerumunan. Keempat yaitu melarang pengambilan hak cuti di akhir tahun.

Kemudian yang kelima yaitu menerapkan sistem ganjil genap di area kunjungan wisata. Terakhir keenam adalah menjadikan hasil negatif tes COVID-19 sebagai syarat perjalanan dan skrining aplikasi Peduli Lindungi.

Demikian langkah yang perlu diterapkan sebagai upaya mencegah mobilitas besar di masyarakat yang memicu kenaikan kasus COVID-19 sendiri. Selain itu, diperlukan juga kesadaran dan kepatuhan dari masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Serta capaian vaksinasi yang harus terus ditingkatkan.

(fhs/ega)