Keren, Produk Fashion Parepare dari Limbah Kerang Mejeng di Turki

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 22:09 WIB
Pemkot Parepare
Foto: Pemkot Parepare
Jakarta -

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Parepare, Erna Rasyid Taufan menjadi delegasi Indonesia di Turki. Dalam kesempatan itu, TP PKK dan Dekranasda Parepare menampilkan rancangan khas Parepare dan Sulawesi Selatan.

Rancangan bertema etnik Islami yang dibalut limbah kerang-kerangan didesain langsung oleh Erna Rasyid Taufan yang merupakan salah satu desainer kondang nasional ini. Rancangan itu pun ditampilkan dalam kegiatan 7th World Halal Summit yang digelar 25 hingga 28 November 2021 pada Istanbul Congress Center di Turki.

Erna Rasyid Taufan mengatakan, sebagai delegasi Indonesia kesempatan emas itu dimanfaatkan untuk mempromosikan Parepare secara global melalui produk, baik fashion yang berciri khas limbah kerang-kerangan, maupun produk lainnya yang dapat berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

"Ini juga merupakan salah satu wujud dukungan TP PKK dan Dekranasda Parepare bekerja sama Persit Kartika Chandra Kirana dalam mewujudkan teori telapak kaki yang digaungkan oleh Bapak Wali Kota Parepare," ujar Erna dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Menariknya, kata Erna, fashion yang didesainnya ini ditampilkan tidak menggunakan peragawati professional, tetapi para pengurus TP PKK, Dekranasda, Ketua Persit Chandra Kirana, dan Owner Frida.

"Sebenarnya fashion show itu sukses bukan karena siapa modelnya tetapi bagaimana busana yang mereka kenakan. Semakin baik busana yang mereka kenakan, maka modelnya akan mengikut," ujar Erna.

Sebagai informasi, kegiatan bertema 'Experience The Wasteless Life' diawali sambutan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Dalam kesempatan itu, Erna Rasyid Taufan ditemani Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab XL Dim 1405, Noor Kholifah, Owner Frida Aulia Indonesia, Frida Nursanti, dan sejumlah Pengurus TP PKK dan Dekranasda Parepare.

(ega/ega)