Nyabu di Belakang Rumdin Wagub Riau, Kompol Yuhanies Dituntut 6 Tahun Bui

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 18:00 WIB
Kursi terdakwa di pengadilan
Ilustrasi pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Pekanbaru -

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Kompol Yuhanies dihukum 6 tahun penjara. Yuhanies dinilai bersalah nyabu di belakang rumah dinas Wakil Gubernur Riau.

Dilihat detikcom dari situs SIPP Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (25/11/2021), Yuhanies dinilai bersalah melanggar Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Yuhanies dengan pidana penjara selama 6 tahun, denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara," ujar JPU.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut kasus ini terjadi pada 1 April 2021. Dia didakwa mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama M Rizky Khadafi, Tarmizi, dan Ahmad Iskandar. Ketiganya diproses dalam dakwaan terpisah.

"Bahwa pada hari Kamis tanggal 1 April 2021 sekira pukul 19.30 WIB, telah viral di social media dalam video ada seorang laki-laki di dalam mobil Honda Jazz warna hitam BM-1180-CL sedang menggunakan narkotika jenis sabu yang berhenti terekam oleh CCTV di belakang rumah Dinas Wakil Gubernur, Jalan Bintara, Kota Pekanbaru," demikian ujar jaksa dalam dakwaannya.

Jaksa mengatakan anggota Ditresnarkoba Polda Riau kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap laki-laki yang berada di dalam mobil itu. Setelah diselidiki, orang ditangkap ternyata seorang oknum polisi yang bernama Yuhanies bin Husein Yusuf dengan pangkat kompol.

"Bahwa Terdakwa Yuhanies tidak mempunyai izin dari pejabat yang berwenang percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, jenis sabu," ujar jaksa.

"Bahwa Terdakwa tidak mempunyai izin dari pejabat yang berwenang yang tanpa hak atau melawan hukum penyalah guna narkotika golongan I bagi diri sendiri," sambung jaksa.

(ras/haf)