Letusan Akan Besar, Kubah Merapi Bergeser 1,5 Meter

Letusan Akan Besar, Kubah Merapi Bergeser 1,5 Meter

- detikNews
Rabu, 26 Apr 2006 14:05 WIB
Jakarta - Aktivitas Gunung Merapi makin meningkat. Saat ini, kubah (dome) Merapi sudah bergeser antara 50 cm hingga 1,5 meter. Jika meletus, diperkirakan daya letus Merapi akan cukup besar.Informasi ini disampaikan anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edi kepada detikcom saat mengunjungi lereng Merapi, Rabu (25/4/2006). Tjatur mendapatkan informasi itu dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).Peningkatan aktivitas Merapi memiliki siklus dua-tiga tahun. Namun, peningkatan aktivitas Merapi saat ini terjadi setelah lima tahun Merapi adem ayem. Pada tahun 2001, Merapi batal meletus dan hanya ada peningkatan aktivitas."Dulu diperkirakan kalau rekahan kubah Merapi itu bergeser 30 cm saja, Merapi sudah meletus. Tapi, saat itu tidak terjadi," kata alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.Nah, saat ini rekahan kubah Merapi sudah bergeser cukup jauh. Kubah yang menghadap ke Kaliurang, Sleman sudah bergeser 1 meter dan kubah yang menghadap Kecamatan Selo, Boyolali dan Kecamatan Dukun, Magelang sudah bergeser 50 cm. Bahkan, kubah yang menghadap Kecalam Ndeles, Klaten, sudah bergeser 1,5 meter.Tapi, pergeseran kubah Merapi yang sudah besar ini, Merapi juga belum meletus. Diprediksi, pergeseran rekahan kubah ini semakin lama akan semakin membesar. Setiap hari, geseran rekahan Merapi itu terus bertambah sekitar 1,8 cm."Karena itu, bila meletus, letusan Merapi diperkirakan akan cukup besar," ujar Tjatur yang juga mengecek langsung pengukuran rekahan kubah Merapi dengan peralatan khusus dari markas BPPTK ini. Hingga saat ini, Merapi masih terus mengepulkan asap.Menurut Tjatur, peralatan untuk pengamatan gunung Merapi yang berada di BPPTK sendiri sudah cukup canggih. "Kalau disesuaikan standar, ya sudah memadai," kata dia. Karena itu, Tjatur berharap hasil pengamatan BPPTK benar-benar dijadikan oleh semua pihak sebagai sumber informasi untuk melakukan tindakan-tindakan pengungsian dan penyelamatan warga.Tidak Perlu Panik MengevakuasiPolitisi dari PAN yang lahir di Kota Magelang ini menyatakan bagi warga Magelang, Merapi meletus merupakan hal yang biasa. Masyarakat setempat juga sudah mengetahui peta daerah mana saja yang akan terkena material Merapi dan mana yang tidak. "Karena itu, penanganan Merapi harus dilakukan proporsional," ujar dia.Proves evakuasi terhadap warga, menurut Tjatur, tidak perlu dilakukan dengan kepanikan. "Gara-gara panik, ada warga yang berada di daerah yang diperkirakan aman, ikut juga dievakuasi. Kalau evakuasi orang-orang tua, perempuan hamil, dan anak-anak bolehlah dilakukan sekarang," kata Tjatur.Evakuasi warga harus dilakukan dengan efisien. Sebab saat ini, dana tanggap darurat yang dianggarkan pemerintah sudah semakin berkurang. Dalam APBN 2006, pemerintah menganggarkan dana tanggap darurat bencana Rp 200 miliar."Saat ini, dana tersebut sudah terpakai sekitar 20 persen untuk bencana di Jember, Yahukimo, dan Purbalingga. Padahal sekarang baru berjalan empat bulan. Belum lagi dana yang digelontorkan ke Trenggalek. Jadi, penanganan harus efisien," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads