Sukses Digelar, Kemenkes Pastikan Tak Ada Klaster Baru di WSBK 2021

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 15:42 WIB
Penonton berdatangan ke Sirkuit Mandalika untuk menyaksikan balapan final WSBK 2021 seri terakhir. Guna cegah Corona, prokes pun diterapkan secara ketat.
Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Ajang balap World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah selesai dan meninggalkan kesan positif tidak hanya bagi peserta, tapi juga pencinta olahraga otomotif. Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan gelaran WSBK menjadi bukti Indonesia mampu mengadakan event internasional dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Kegiatan di lapangan dapat berlangsung sesuai prokes. Peran lintas lembaga juga telah mendukung penerapan prokes tersebut, seperti ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan MGPA (Mandalika Grand Prix Association) melalui Event Organizer Diandra, kemudian Kemenkes dan BNPB," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Riskiyana menjelaskan, berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada klaster baru COVID-19 dalam ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) maupun World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional. Menurutnya hal ini tidak lepas dari berbagai upaya pencegahan transmisi dan perlindungan kesehatan selama acara berlangsung.


"Seluruh atlet, official, dan tim diharuskan melakukan tes swab PCR tanpa pengecualian. Hasil tes swab tersebut akan tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi dan digunakan sebagai syarat untuk memasuki lokasi. Proses skrining ketat juga diberlakukan terhadap seluruh peserta, penonton dan pekerja yang terlibat dalam ajang WSBK," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ada 3 titik pengecekan prokes dan skrining lainnya, seperti pengecekan suhu tubuh, status vaksin, dan keamanan. Dikatakannya setelah check in menggunakan aplikasi PeduliLindungi, hasil tes swab akan dipindai dan divalidasi oleh panitia. Bila hasilnya layak, maka orang yang bersangkutan diperbolehkan memasuki venue. Sedangkan bila positif maka diwajibkan untuk isolasi.

"Fasilitas isolasi dan perawatan berupa tenda medis disiapkan di dalam dan luar sirkuit. Sedangkan ruang isolasi sementara dapat digunakan bila ada kasus positif, sebelum pasien tersebut dirujuk ke tempat karantina. Selain itu, selama acara berlangsung, terdapat sistem pelaporan harian penyakit potensial KLB (Kejadian Luar Biasa) untuk deteksi kasus COVID-19," terangnya.

Tidak hanya di dalam lokasi, menurutnya pengawasan ketat juga diterapkan pada 5 pintu masuk ke Kawasan Mandalika, melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Di lokasi tersebut juga tersedia fasilitas tes antigen yang bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat. Riskiyana menegaskan pengawasan prokes dilakukan oleh petugas terutama di titik kritis yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa.

"Sedangkan bagi mereka yang melanggar, diberikan teguran langsung oleh pelaksana di lapangan dan sanksi lebih lanjut menyesuaikan aturan yang lebih umum seperti halnya penerapan PPKM. Sosialisasi, edukasi, dan fasilitas penunjang prokes juga disediakan di lokasi kegiatan untuk mendorong peserta maupun penonton tetap disiplin mencegah terjadinya penularan," katanya.

"Peserta dan penonton dapat mengikuti prokes yang telah dibuat tanpa hambatan. Penonton juga mengerti bahwa untuk memasuki venue sudah wajib periksa RDT Antigen setiap hari dan sudah dipastikan berstatus hijau di aplikasi Peduli Lindungi," lanjutnya.

Kendati demikian, dia menilai penerapan prokes saat acara masih perlu ditingkatkan. Misalnya, masih ditemukan ada orang yang belum menggunakan masker secara benar, sehingga memerlukan petugas untuk mengingatkan. Ia juga mengimbau agar dalam penyelenggaraan grand prix atau kegiatan selanjutnya, agar diperkuat teknis panduan protokol kesehatan dan penyediaan tenaga pengawas seperti Satgas COVID-19.

"Serta hal-hal teknis seperti proses skrining dan ticketing, perlu dipastikan keamanan jalur penonton ke shuttle bus yang akan menuju tribun masing-masing," tandasnya.

Simak Video: Airlangga Klaim Kasus Covid-19 di NTB-Papua Terkendali Usai Papernas-WSBK

[Gambas:Video 20detik]




(akn/ega)