Tangisan Bayi Selamatkan Keluarga dari Serangan Bom Mesir
Rabu, 26 Apr 2006 13:56 WIB
Dahab - Keberuntungan. Itulah yang dialami satu keluarga asal Inggris yang nyaris menjadi korban dalam serangan bom di kota wisata Dahab, Mesir. Keluarga itu luput dari maut berkat tangisan bayi. Hah?!Brickie Geoff Pasifull menceritakan bagaimana dia dan keluarganya lolos dari maut secara menakjubkan. Saat kejadian pada Senin 24 April malam lalu, Geoff sedang berlibur di Mesir bersama istrinya, Ruth (30), serta 4 anaknya yang masih kecil-kecil.Geoff mengungkapkan, biasanya pada setiap malam dia dan keluarganya pergi menikmati matahari terbenam dengan jalan-jalan di tepi laut menuju sebuah jembatan di Dahab. Namun entah kenapa pada malam naas itu, bayi perempuannya yang baru berumur 1 tahun, Maddison, mendadak rewel. Mereka pun batal pergi ke jembatan. "Kami pun kembali ke hotel," ujar Geoff seperti diberitakan harian Inggris, The Sun, Rabu (26/4/2006). Keputusan ini menyelamatkan nyawa keluarga tersebut karena jembatan tersebut ikut hancur akibat ledakan bom beruntun di Dahab."Biasanya kami jalan-jalan ke jembatan tapi saat itu kami pulang. Kemudian terdengar suara ledakan. Jika Maddison tidak menangis, kami semua sudah tewas," kata pria Inggris berusia 34 tahun.Sedikitnya 23 orang tewas dan 62 lainnya luka-luka akibat tiga ledakan bom di kawasan Dahab tersebut. Bom pertama meledak di depan Restoran Al Capone. Tak lama kemudian, bom kedua meledak di depan Supermarket Ghazala dan toko perhiasan Mona Lisa. Disusul dengan bom ketiga yang meledak di pintu masuk jembatan yang langsung menuju laut.
(ita/)











































