Kemenperin Serahkan 1.000 Tabung Oksigen & Regulator ke Pemprov Sumbar

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 14:03 WIB
Kemenperin
Foto: Dok. Kemenperin
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyerahkan 1.000 unit bantuan tabung oksigen dan regulator ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Selasa (23/11). Selain itu, sebanyak 200 unit tabung oksigen juga diserahkan ke Rumah Sakit Universitas Andalas.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan bantuan ini merupakan upaya pemerintah dan para pelaku industri dalam penanganan pandemi COVID-19. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung penanganan dan pencegahan COVID-19, sekaligus guna mengantisipasi peningkatan kasus aktif di Sumbar.

"Seperti yang disampaikan Bapak Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat terjadi lonjakan kasus COVID-19, Kemenperin mengerahkan semua kemampuan industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan oksigen, termasuk memindahkan alokasi oksigen untuk industri menjadi oksigen untuk medis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Febri menyampaikan distribusi tabung oksigen ini merupakan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan COVID-19 pada awal tahun 2022.

Di samping itu, langkah ini juga menjadi upaya proaktif antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta asosiasi industri dalam penanganan pandemi di seluruh Indonesia. Dalam hal ini, Kemenperin bertugas dan bertanggung jawab terkait pengadaan oksigen, pengadaan tabung/botol silinder oksigen, konsentrator oksigen, serta dukungan transportasi untuk distribusi oksigen medis.

"Selain itu, Kemenperin juga mengoordinasikan pemenuhan ventilator, obat-obatan, alat pelindung diri, masker, dan alat kesehatan lainnya dalam upaya tindak pencegahan COVID-19," kata Febri.

Lebih lanjut, ia menambahkan upaya tersebut juga didukung para pelaku industri alat kesehatan dalam negeri. Di masa pandemi, para pelaku industri bekerja sama meningkatkan produktivitas dan daya saing untuk mendukung pemenuhan kebutuhan peralatan medis.

Adapun hal ini sejalan dengan langkah Kemenperin menjadikan industri alat kesehatan sebagai salah satu prioritas penerapan industri 4.0 bersama industri farmasi. Langkah ini dilakukan guna menyusul lima jenis industri lainnya pada peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 di tahun 2018, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian jadi, industri otomotif, industri kimia dan petrokimia, serta industri elektronika.

Menurut Febri, bangkitnya perekonomian di Sumbar nantinya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pulihnya perekonomian di Provinsi Sumatera Barat tentunya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenperin berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemprov Sumatera Barat dalam upaya meningkatkan kinerja sektor industri dan menjadikannya sebagai salah satu instrumen tulang punggung perekonomian," paparnya.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan III - 2021, ekonomi Sumatera Barat mengalami pertumbuhan 3,32% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Sementara itu, industri pengolahan di Sumatera Barat pada kuartal ketiga 2021 tumbuh sebesar 13,36% dari triwulan sebelumnya (qoq).

Ia juga menyampaikan berdasarkan Inmendagri Nomor 58 tahun 2021, Sumatera Barat telah memasuki PPKM Level 1 dan 2. Hal ini menandakan kasus COVID-19 di wilayah Sumatera Barat dapat dikendalikan sebagaimana yang diharapkan.

"Semoga indikasi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Provinsi Sumatera Barat telah mulai menggeliat, bergerak, serta keluar dari himpitan pandemi COVID-19," pungkasnya.

(akn/ega)