Imbas Massa Pemuda Pancasila Demo ke DPR, Lalin Gatot Subroto Tersendat

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 12:33 WIB
Jakarta -

Lalu lintas di Jalan Gatot Subroto menuju ke Slipi, Jakarta Barat, terpantau macet siang ini. Kemacetan terjadi imbas pergerakan massa Pemuda Pancasila yang akan berdemo di DPR.

Pantauan detikcom di Jl Gatot Subroto, tepatnya di depan Polda Metro Jaya, Kamis (25/11/2021), pukul 12.15 WIB, lalu lintas mengarah ke Slipi tersendat. Massa Pemuda Pancasila berkonvoi kendaraan memenuhi jalan sehingga menimbulkan kemacetan.

Sebelumnya, massa bergerak dari markas komando di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Massa Pemuda Pancasila berkonvoi dengan menggunakan kendaraan sambil membawa atribut.

Massa Pemuda Pancasila melakukan konvoi menuju ke DPR untuk berdemo. Adapun demo tersebut menuntut politikus PDIP Junimart Girsang meminta maaf.

Pantauan dari Google Maps, kemacetan terjadi menjelang gedung MPR/DPR RI. Selepas gedung DPR, lalin Jl Gatot Subroto lancar.

Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta Lasman Nipitupulu mengatakan massa datang secara sukarela. Mereka adalah para anggota PP DKI Jakarta.

"Kita tidak menghitung berapa jumlah orang. Yang merasa anggota PP, mereka hadir, menghadiri acara ini. Kita ini yang dateng DKI aja. Saya bilang jumlahnya 300, nanti 1.000, jadi nggak ada jumlah pastinya," kata Lasman.

Lasman mengatakan lokasi ini adalah titik kumpul massa. Mereka kemudian berangkat secara bersamaan.

"Kita insyaallah berangkat jam 11-an, nunggu yang lain dulu. Terus kita juga lagi mengintip arus lalu lintas," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, massa PP akan menggelar demo hari ini di DPR. Mereka meminta Junimart meminta maaf mengenai pernyataannya yang meminta Kemendagri tak memberi izin PP.

"Imbauan MPN Pemuda Pancasila agar tetap melaksanakan aksi sampai Junimart Girsang meminta maaf di media cetak, online, dan TV," kata Sekretaris Jenderal MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman dalam keterangannya, Kamis (25/11).

"Perhatian agar aksi berjalan damai tanpa merusak, menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban," imbuh Arif.

(mea/dhn)