KPK-Kadin Teken MoU, Firli Sebut Pejabat Masih Kerap Manfaatkan Pengusaha

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 11:42 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: dok KPK)
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: dok KPK)
Jakarta -

KPK dan Kadin menandatangani MoU dalam upaya kerja sama mencegah korupsi. Ketua KPK Firli Bahuri menyebut penyelenggara negara masih kerap memanfaatkan pengusaha untuk kemudahan perizinan dengan cara suap.

Awalnya Firli menceritakan bahwa pengusaha tentu ingin mencapai targetnya dengan segala cara, namun sering mengabaikan prosesnya. Hal itu disampaikan Firli di Gedung Joeang KPK, Kamis (25/11/2021). Acara ini juga dihadiri langsung Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid dan Bambang Soesatyo, selaku Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum dan Pertahanan Keamanan Kadin.

"Tetapi tidak jarang juga terjadi penyelenggara negara dan pengusaha sama-sama bermasalah karena namanya juga pengusaha, dia bekerja dengan target, how to achieve the goals, bagaimana mencapai tujuan terkadang melalaikan proses, jadi seketika kita ingin membuka usaha tentulah tanggalnya jelas, perencanaan jelas, koordinasi jelas pelaksanaannya jelas termasuk juga pengawasan jelas," kata Firli.

Firli menyebut pengusaha pada prosesnya terkadang mendapatkan masalah, sehingga pejabat kerap memanfaatkan hal tersebut. Tak mau kesulitan, akhirnya pengusaha melakukan suap kepada pejabat tersebut demi kelancaran usaha yang ingin dibangun.

"Tetap dalam pelaksanaannya, terkadang terjadi persoalan, karena target sudah tetapkan prosesnya kadang-kadang terganggu, tadi yang disebut oleh Pak Pahala, kalau prosesnya terganggu biasanya pengusaha selalu berupaya, selalu usaha, karena itulah ciri khas daripada pengusaha," kata Firli.

"Terkadang melalaikan mengabaikan proses yang benar, di situlah dimanfaatkan oleh para penyelenggara negara. Karena pengusaha butuh dengan penyelenggara negara maka adalah kontak penyatuan yang disebut dengan pertemuan antarpikiran pertemuan dengan tindakan muncullah itu yang disebut dengan suap," sambungnya.

Pada kesempatan ini, Firli dan Arsjad terlihat menandatangani MoU antara KPK dan Kadin. Firli menyebut Kadin memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, salah satunya sektor investasi.

"Peran rekan-rekan Kadin di dalam pertumbuhan ekonomi yang tidak kalah pentingnya adalah membuka seluas-luasnya investasi. Karena itu saya sangat sepakat dengan bapak presiden kita Pak Joko Widodo mengatakan 'buka investasi seluas-luasnya'. Kenapa? Karena investasi nilai salah satu yang besar pengaruh kepada pertumbuhan ekonomi, dengan kemudahan investasi maka banyak investor masuk, dengan investasi yang datang yang udah maka akan membuka lapangan pekerjaan, lapangan pekerjaan yah banyak meningkatkan penghasilan dan pendapatan," katanya.

Menambahkan, Arsjad menyebut lapangan pekerjaan merupakan salah satu faktor mengurangi kemiskinan. Dengan itu, tentu pengusaha mempunyai peran dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

"Lapangan pekerjaan itu hanya satu-satunya bisa mengurangi kemiskinan, dalam hal ini pengusaha adalah di mana menciptakan lapangan pekerjaan, karena Berapa besar pemerintah sebagai yang namanya PNS, TNI, Polri, KPK atau pun BUMN yang lainnya untuk menciptakan pekerjaan namun pengusaha sampai namanya pengusaha mikro kecil," ujar Arsjad.

"Jadi setiap pengusaha setiap perusahaan menciptakan lapangan pekerjaan apalagi dengan adanya undang-undang cipta kerja yang baru saja ada di sisi itu dua hal yang baik untuk kami," tambahnya.

Menyambut Firli, Arsjad juga setuju soal investasi menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Arsjad juga menegaskan bahwa pejabat perlu dilakukan pengawasan dalam lingkup pengusaha.

"Pertama adalah is of doing business supaya dari mana hadapannya lebih mudah untuk menjadi pengusaha, dan yang kedua adalah bagaimana supaya investasi juga masuk lebih baik lagi," ujarnya.

"Hal ini sudah ke perangkat yang di mana, namun semua itu adalah perangkat insentif kemudahan dan pengusaha baru saya lihat Pak Firli lapor, kami kan pengusaha, namanya pengusaha apapun caranya kami selalu berusaha, cuma yang harus selalu diingat bahwa, bagaimana kita ini selalu diingatkan bahwa adanya government di dalam usaha itu," sambungnya.

(azh/mae)