Ketua DPR Tolak Campuri Soal Ipar SBY Jadi Pangkostrad
Rabu, 26 Apr 2006 12:40 WIB
Jakarta - Berbeda dengan beberapa koleganya yang menentang keras, Ketua DPR Agung Laksono justru menyerahkan pengangkatan Pangkostrad Mayjen TNI Erwin Sujono kepada institusi terkait."Serahkan saja pada institusi masing-masing. Kita tidak ingin campuri. Kita percayakan soal pengangkatan dan pemberhentian kepada institusi di militer. Kita percaya mereka memiliki alat ukur yang jelas," kilah Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/4/2006).Agung juga tidak mempersoalkan pengangkatan Erwin yang juga merupakan kakak ipar SBY itu."Kalau memenuhi kriteria ya nggak apa-apa. Kalau tidak, ya jangan.Karena itu agar institusi dari AD, AL, dan AU secara konsekuen menjalankan mekanisme jenjang karir dengan baik," ujarnya.Tetapi modusnya mirip dengan Soeharto yang mengangkat menantunya, Prabowo? "Hal itu adalah pelajaran berharga yang tidak boleh berulang," jawab Agung diplomatis.Pengangkatan Erwin sebagai pangkostrad menuai protes keras kalangan DPR. Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno meminta agar pengangkatan Erwin dikaji ulang karena menimbulkan kecemburan sesama angkatannya.Anggota Komisi I DPR asal FPDIP Permadi meminta pengangkatan ipar SBY itu dipertimbangkan kembali. Anggota Komisi I DPR asal FBPD Ali Mochtar Ngabalin menilai pengangkatan Erwin berbau Orde Baru.Namun menurut Sekretaris FPD Sutan Bhatoegana, mempermasalahkan pengangkatan Erwin hanyalah tindakan mengada-ada dan kurang kerjaan. Bahkan anggota Komisi I DPR asal FPG Happy Bone Zulkarnain menilai, mempersoalkan pengangkatan ipar SBY itu tanpa alasan merupakan pelanggaran HAM.DPR pun disarankan pengamat militer MT Arifin untuk segera memanggil Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Hal ini guna mengklarifikasi kabar miring penunjukan Erwin sebagai pangkostrad.
(aan/)











































