Menaker ke Mahasiswa: Anda Tak Bisa Santai-santai dengan Ijazah Sarjana

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 22:32 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mendorong mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar meningkatkan kualitas dan kompetensi serta beradaptasi dalam segala aspek. Menurut Ida perubahan semakin dinamis, banyak skills baru yang muncul dan berkembang serta dibutuhkan di dunia kerja.

"Pastikan Anda semua bisa terus berkembang untuk meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri dan pasar kerja saat ini serta masa depan. Karena persaingan saat ini sangatlah ketat, Anda tidak bisa bersantai-santai saja dengan ijazah sarjana yang dimiliki," ucap Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

Saat memberikan kuliah umum di Universitas Al Asyariah Mandar hari ini, Ida juga berpesan agar seluruh mahasiswa dan civitas akademika Universitas Al Asyariah Mandar bisa kompeten pada bidangnya masing-masing dengan terus belajar.

Dikatakan Ida, caranya adalah dengan memanfaatkan segala media, misalnya dengan mengikuti pelatihan kompetensi yang tersedia di berbagai bidang.

"Karena sekarang ini fleksibilitas dan multitasking adalah kemampuan yang sangat dicari di dunia kerja," ujar Ida.

Ia juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi program pembangunan SDM di masa pandemi dan pasca pandemi. Strategi yang dilakukan Kemnaker adalah melakukan perubahan secara terstruktur dari segi kelembagaan, sarana dan fasilitas, substansi pelatihan, persepsi, serta kolaborasi.

"Kebijakan ini akan menopang kebijakan triple skilling vokasi yang sudah dijalankan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja Indonesia, serta meningkatkan proses pemagangan dan sertifikasi dalam menjamin kualitas tenaga kerja," imbuh Ida.

Ida mengatakan pihaknya juga melakukan langkah link and match ketenagakerjaan. Ini dilakukan untuk menciptakan pasar kerja yang fleksibel dan efisien. Hal itu dijalankan dengan pengembangan layanan pusat pasar kerja dengan fungsi utama melalui job matching, bimbingan karier dan keterampilan, dukungan pemerintah, serta analisis dan informasi pasar kerja.

Ia menambahkan pemerintah juga memperbaiki regulasi di bidang ketenagakerjaan untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif bagi semua pihak serta memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja.

Ida juga menyampaikan semua kebijakan yang dijalankan pemerintah tetap membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk dari ranah akademik dan pendidikan tinggi, dan sivitas akademika Universitas Al Asyariah Mandar.

"Semua kebijakan ini bertujuan untuk memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan Indonesia secara keseluruhan sehingga bisa menopang peningkatan produktivitas bangsa untuk mencapai target Indonesia Emas 2045," ucap Ida.

(prf/ega)