Guru Honorer di Jateng: Alhamdulillah Pak Ganjar Buat Gaji Sesuai UMK

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 09:25 WIB
Guru honorer
Foto: Istimewa
Jakarta -

Berdiri dengan percaya diri di depan puluhan siswa di kelas, Guru Bahasa Jawa SMKN 1 Bansari Temanggung Ahmat Arifin nampak nyaman kendati masker yang menutupi mulutnya membuat ia harus menjelaskan pelajaran dengan suara yang lebih keras.

Arifin menceritakan suka dukanya sebagai guru tidak tetap (GTT) atau yang lebih dikenal sebagai guru honorer. Pada awal pengabdiannya di tahun 2013, warga Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Temanggung itu menceritakan dirinya hanya digaji Rp 400 ribu per bulan.

Jumlah yang sangat sedikit itu jelas tak cukup untuk membiayai kebutuhannya sehari-hari. Situasi kian memburuk ketika ia berkeluarga di tahun 2016.

"Saya nikah tahun 2016 dan punya dua anak, tapi anak yang kedua meninggal beberapa minggu lalu," kata Arifin dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Beruntung bagi Arifin, pada tahun 2017 terjadi pengambilalihan pengelolaan SMA dan SMK dari kabupaten ke Pemerintah Provinsi. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan kebijakan untuk menetapkan gaji GTT sesuai dengan standar upah minimum kabupaten/kota.

Kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi Arifin. Gajinya meningkat sesuai dengan UMK Temanggung. Arifin kini setidaknya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dengan lebih baik.

"Dulu cuma Rp 400 ribu dan berjalan sampai beberapa tahun. Alhamdulillah Pak Ganjar membuat kebijakan gaji sesuai UMK sejak 2017. Ya sekarang bisa hidup seperti teman-teman yang lain," tuturnya.

Terlepas dari itu, menjadi guru bagi Arifin merupakan panggilan jiwa. Tidak peduli resiko seperti apapun yang dihadapi, ia akan tetap setia mengabdi di dunia pendidikan. Langkahnya pun semakin mantap setelah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan dinyatakan lulus tahap pertama.

"Alhamdulillah lulus P3K dan kebetulan penempatan di sekolah yang sama," ungkapnya.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh guru Produktif Teknik Audio Video SMKN 1 Bansari, Muhammad Harizka Rahmanto. Dalam dua tahun pertamanya mengabdi menjadi GTT, ia hanya digaji Rp 800 ribu per bulan. Berkat kebijakan Pemprov Jateng kini uang yang diterimanya menjadi Rp 1,8 juta sesuai UMK Kabupaten Temanggung.

"Dengan gaji tersebut saya harus bertahan hidup dengan anak dan istri waktu itu. Di tahun ketiga saya diangkat menjadi GTT Provinsi dan mendapatkan gaji lebih layak," paparnya.

Peningkatan kesejahteraan tersebut membuatnya semakin bersemangat mengajar. Ia menjadi lebih serius dalam berinovasi dan memperdalam ilmunya. Salah satu hasil karyanya adalah menciptakan alat cuci tangan otomatis dengan sistem sensor.

"Ya gajinya sudah layak jadi tidak terlalu pikiran tentang bagaimana memenuhi kebutuhan besok. Jadi bisa mikir inovasi dan lain-lain," kata Muhammad.

Diketahui, Gaji untuk GTT dan PTT berasal dari APBD Pemprov Jateng. Untuk tahun 2020, realisasi gaji GTT dan PTT dianggarkan sebesar Rp 527,4 miliar. Anggaran tersebut untuk meng cover gaji 5.739 guru SMA, 6.543 guru SMK, dan 584 guru SLB. Selain guru, dana tersebut juga akan dianggarkan untuk 8580 PTT se Jateng.

Simak video 'Jokowi-Ma'ruf Amin Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional':

[Gambas:Video 20detik]




(prf/ega)