AHY soal Gugatan Kubu Moeldoko di PTUN Ditolak: Tanda Kemenangan Rakyat

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 17:18 WIB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi putusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan PD KLB Deli Serdang (kubu Moeldoko) terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. AHY menilai putusan hukum ini sebagai tanda kemenangan rakyat.

"Keputusan hukum ini memberi pesan hangat bagi demokrasi kita, sebagai tanda kemenangan bagi rakyat," kata AHY melalui siaran video yang ditayangkan di DPP PD, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021).

AHY mengatakan penolakan gugatan kubu KLB PD Deli Serdang semakin memperkuat putusan MA sebelumnya. Putusan MA sebelumnya yang juga menolak permohonan pihak Moeldoko tentang judicial review AD/ART Partai Demokrat.

"Penolakan ini semakin memperkuat Keputusan Mahkamah Agung (MA) sebelumnya, yang juga menolak permohonan pihak KSP Moeldoko tentang Judicial Review AD/ART Partai Demokrat," jelas AHY.

Selanjutnya, AHY menuturkan sejak awal Moeldoko berbohong tidak berminat mengambil alih kepemimpinan PD. Tapi kemudian Moeldoko hadir di KLB ilegal.

"Sejak KSP Moeldoko berbohong dengan mengatakan tidak berminat mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat, lalu tiba-tiba tanpa izin Presiden, ia hadir di KLB ilegal," jelas AHY.

"Kemudian permohonan kepengurusan dari hasil KLB ilegal itu ditolak oleh Kemenkumham, maka tidak bisa lagi dibilang KSP Moeldoko tidak serius untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat," imbuhnya.

AHY juga menjelaskan dirinya sempat diberi peringatan oleh seniornya di TNI terkait Moeldoko. "Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI: KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai," tutur AHY.

"KSP Moeldoko akan melakukan langkah apa pun, bahkan menghalalkan segala cara. Termasuk upaya yang senior saya katakan upaya membeli hukum, tapi kami semua yakin, hukum akan tetap tegak," tambahnya.

"Bagi AHY, keputusan hukum yang diterima adalah bentuk 'wake-up call' bagi para perusak demokrasi. AHY mengingatkan jangan ada lagi niat mengambil alih kepemimpinan partai politik melalui upaya KLB ilegal," imbuh AHY.

(isa/isa)