Pelayanan Investasi di Jateng Dinobatkan Jadi yang Terbaik di 2021

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 16:25 WIB
Pemprov Jateng
Foto: dok. Pemprov Jateng

Dalam sambutannya di kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengatakan senang dengan komitmen kementerian lembaga dan kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, terkait pelayanan pada investasi. Menurutnya, urusan pelayanan, perizinan, dan lainnya memang harus dilakukan untuk menggaet minat investor datang ke Indonesia.

"Saya senang tadi, ada kementerian, lembaga, provinsi dan kabupaten/kota yang mendapatkan anugerah untuk investasi, baik realisasi maupun urusan pelayanan perizinan. Investor itu dilayani dengan baik saja belum tentu mau, apalagi yang tidak dilayani. Oleh sebab itu, pola lama yang jadul harus ditinggalkan, berikan layanan terbaik pada semua investor, baik yang kecil, sedang maupun besar. Semua harus dilayani dengan baik," katanya.

Jokowi menambahkan, investasi menjadi salah satu kunci percepatan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai sektor ini bisa memberikan dampak besar dalam berbagai sektor kehidupan lainnya.

"Dengan adanya investasi, maka peredaran uang akan semakin besar. Dan itu menimbulkan efek lain, daya beli masyarakat naik, konsumsi naik dan pertumbuhan ekonomi juga naik," terang Jokowi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ratna Kawuri mengatakan realisasi investasi Jateng sampai triwulan III tahun 2021 sebesar Rp 38,19 triliun. Jumlah itu sudah memenuhi 71,3% target capaian investasi Jateng tahun ini, yakni sebesar Rp 53,53 triliun.

"Jumlah itu dipastikan bertambah karena minat investasi di Jateng cukup besar. Beberapa waktu lalu kami menggelar Central Java Investment Forum (CJIBF) dan banyak investor yang siap berinvestasi dengan rencana kepeminatan investasi sekitar Rp39 triliun," jelas Ratna.

Selain dari investor besar, lanjut Ratna, Jateng juga memberikan pelayanan prima pada investor kecil termasuk UKM. Ia menyebutkan, hingga September 2021, sudah ada 205.626 unit usaha yang sudah berizin dengan total modal usaha sebesar Rp 3,66 triliun.


(prf/ega)