Jenis Vaksin di Indonesia, Berikut Daftar Hingga Efek Sampingnya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 16:24 WIB
Jenis vaksin di Indonesia kini bertambah karena adanya vaksin asal India yang baru saja mendapat izin darurat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Jenis Vaksin di Indonesia, Berikut Daftar Hingga Efek Sampingnya Foto: Getty Images/carmengabriela
Jakarta -

Jenis vaksin di Indonesia kini bertambah karena adanya vaksin asal India yang baru saja mendapat izin darurat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dengan begitu, vaksin yang digunakan di Indonesia ada 11 jenis.

Jenis vaksin di Indonesia jumlahnya terus diperbaharui. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah yang hendak membentuk herd immunity masyarakat.

Lantas, apa saja jenis vaksin di Indonesia yang saat ini digunakan? Untuk menjawabnya, simak ulasan berikut ini.

Jenis Vaksin di Indonesia: Berikut Macam-Macamnya

Vaksin Covovax

Vaksin Covovax merupakan jenis vaksin di Indonesia yang baru saja mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Mengutip laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, vaksin ini merupakan vaksin dengan teknologi platform rekombinan protein subunit glikoprotein spike, menggunakan vaksin adjuvant Matrix-M1. Vaksin ini diproduksi oleh Serum Institute of India Pvt. Ltd., India (SII).

"Sesuai persyaratan EUA, BPOM telah melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat, dan mutu yang mengacu pada standar evaluasi vaksin COVID-19, baik standar nasional maupun internasional, serta evaluasi terhadap pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada fasilitas produksi Vaksin Covovax di India. Dari hasil evaluasi tersebut, Vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 5 μg /dosis, diberikan sebanyak dua kali dengan interval pemberian 21 hari," ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/11).

Untuk memastikan khasiat dan keamanannya, vaksin Covovax sudah memenuhi persyaratan evaluasi vaksin yang dikeluarkan oleh WHO. SII juga sudah melakukan uji klinik fase 2/3 di India.

Dari aspek keamanan, efek samping vaksin Covovax bersifat ringan hingga sedang. Efek samping dari vaksin ini seperti nyeri lokal, tenderness, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, serta demam.

Sedangkan merujuk situs covid.19.go.id, efikasi pada usia 18 tahun ke atas berkisar 89,7%-90,4%, sedangkan untuk berbagai tingkat keparahan antara 86,9%-100%. Sementara efikasi pada penerima vaksin usia lansia mencapai 88,9%.

Vaksin Zififax

Masih melansir laman covid19.go.id, vaksin Zifivax merupakan vaksin yang dikembangkan dan diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China dengan platform rekombinan protein sub-unit. Selain itu, Oktober lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menerbitkan izin penggunaan darurat untuk jenis vaksin di Indonesia yang satu ini.

Vaksin Zifivax juga sudah dinyatakan halal dan aman menurut MUI. Berbeda dengan vaksin lainnya, vaksin Zivifax digunakan dengan 3 dosis.

Vaksin Sinovac

Jenis vaksin di Indonesia yang pertama kali digunakan adalah vaksin Sinovac. Vaksin ini merupakan vaksin inaktivasi terhadap COVID-19, sehingga dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa risiko menyebabkan penyakit.

Sebagaimana rekomendasi World Health Organization (WHO), vaksin Sinovac direkomendasikan untuk usia 18-59 tahun. Artinya, vaksin ini diperuntukkan bagi remaja hingga orang dewasa.

Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca juga dipakai di Indonesia. Vaksin yang satu ini paling banyak digunakan oleh masayrakat Indonesia lantaran punya efikasi rata-rata 70%. Efikasi jenis vaksin di Indonesia yang satu ini terbukti setelah uji coba yang dilakukan di Universitas Oxford dan AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca bebas natrium dan mengandung alkohol yang jumlahnya cukup sedikit. Per dosisnya, alkohol (etanol) yang dipakai berkisar 2 miligram.

Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm juga merupakan jenis vaksin di Indonesia yang saat ini masih digunakan. Merujuk situs Indonesiabaik yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo), vaksin Sinophram menggunakan bahan baku atau metode virus infaktif. Artinya, terdapat virus penyebab COVID-19 yang sudah dilemahkan.

Jika vaksin ini disuntikkan ke dalam tubuh, tidak bakal memicu infeksi. Namun, bisa saja merespon kekebalan tubuh.

Vaksin Moderna

Vaksin yang diproduksi Moderna ini diklaim punya efektivitas 94,5%. Vaksin Moderna sudah mengajukan Emergency Use Authorization (EUA) ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebelum akhirnya diedarkan.

Vaksin Pfizer

Jenis vaksin di Indonesia lainnya yakni vaksin Pfizer. Vaksin ini diproduksi di Amerika Serikat dan Eropa. Saat ini, Pfizer sudah mengajukan penggunaan EUA dan berdasarkan hasil uji cobanya, vaksin Pfizer 95% diklaim efektif memerangi virus Corona. Menariknya, vaksin ini juga tidak menimbulkan risiko terhadap masalah keamanan.

Vaksin Novavax

Vaksin Novavax dibuat dengan teknologi yang memanfaatkan virus penyebab flu (adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi. Perlu diketahui pula, vaksin Novavax dikembangkan oleh AstraZenecca-Oxford, sehingga vaksin ini disuntikkan antara 1-2 kali dengan jarak waktu 28 hari. Adapun dosis yang diberikan berkisar 0,5 ml per dosis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, terdapat perubahan suplai stok vaksin COVID-19 Novavax di Indonesia. Awalnya, stok vaksin akan diberikan 50 juta. Namun berubah menjadi 20 juta dosis.

"Terjadi dinamika dalam bentuk suplai vaksin sehingga Novavax yang tadinya 50 juta akan kami terima tahun ini, kemudian akan terima hanya 20 juta dosis," terangnya dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

"Untuk selisihnya kami akan usahakan dari sumber lain, terutama yang bisa segera mengirimkan vaksinnya ke Indonesia. Kemungkinan prioritas utamanya adalah dari vaksin Sinovac," sambung Menkes.

Vaksin Johnson&Johnson

Vaksin Johnson&Johnson juga masuk ke dalam jenis vaksin di Indonesia. Mengutip laman kemkes.go.id, pemerintah menerima kedatangan vaksin Johnson&Johnson pada Sabtu September lalu. Vaksin Johnson&Johnson merupakan hasil dari kerja sama dengan Pemerintah Belanda melalui skema bilateral.

September lalu, jumlah dosis vaksin Johnson&Johnson yang diterima Indonesia sebanyak 500 ribu dosis. Rencananya, vaksin ini lebih dulu didistribusikan ke wilayah aglomerasi Pulau Jawa yang cakupan vaksinasinya masih rendah.

Vaksin Biofarma


Vaksin Biofarma juga merupakan jenis vaksin di Indonesia yang saat ini masih digunakan. Mengutip laman BPOM, vaksin Biofarma punya kandungan dan profil khasiat. Keamannya pun sama dengan vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac China.
Februari lalu, BPOM telah mengeluarkan EUA vaksin Biofarma. Dengan demikian, vaksin Biofarma buatan perusahaan farmasi BUMN dinyatakan aman dan bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Vaksin Cansino

Sama dengan vaksin lainnya, vaksin Cansino dapat digunakan oleh penduduk berusia 18 tahun ke atas. Hanya dengan sekali suntik, vaksin Cansino 65% efektif mencegah gejala ringan hingga sedang akibat virus COVID-19.

(azl/imk)