Menhub Ingin Sekolah Pelayaran Bangkitkan Kejayaan Maritim RI

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 15:13 WIB
Budi Karya Sumadi
Foto: Dok. Kemenhub

Berdasarkan data pada awal kuartal terakhir tahun 2021, ada sebanyak 1.230.909 orang pelaut yang berlayar di dalam dan luar negeri. Dari jumlah tersebut, sekitar 28,5 % atau 351.363 pelaut bekerja pada perusahaan pelayaran asing.

Mereka mengisi berbagai posisi mulai dari rating hingga Chief Engineer dan Captain, dengan jumlah devisa yang dihasilkan mencapai kurang lebih Rp.98 triliun per tahun.

"Saya harap dengan perayaan Satu Abad Revitalisasi Pendidikan Kepelautan Indonesia ini akan menjadi sebuah momentum dimana kita meneladani perjuangan serta usaha yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Kepelautan di Indonesia," pungkas Budi.

BP3IPBP3IP Foto: detikcom/Atta Kharisma

Sementara itu, Direktur BP3IP, Sugeng Wibowo menjelaskan bahwa acara Perayaan Satu Abad Revitalisasi Pendidikan Kelautan Indonesia ini bertujuan untuk merangkai kembali sejarah pendidikan pelayaran yang telah berkembang jauh sejak tahun 1915 lewat penemuan artefak di PIP Makassar serta mengangkat pendidikan kepelautan agar semakin lebih berjaya.

"Ini merupakan bentuk komitmen seluruh civitas pendidikan kepelayaran dan stakeholders untuk bergerak bersama, mengharmonisasikan Indonesia serta mewarnai dunia kepelautan baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

"Adapun tujuan dari acara ini adalah perayaan revitalisasi pendidikan kepelayaran, merangkai kembali sejarah pendidikan pelayaran yang jauh telah berkembang sejak tahun 1915 dengan adanya penemuan artefak di PIP Makassar serta mengangkat pendidikan kepelayaran agar lebih berjaya lagi," jelasnya.

Sugeng juga berharap agar ke depannya pendidikan kepelayaran di Indonesia dapat mengimbangi arus perkembangan global di era digitalisasi lewat peningkatan SDM dan IT.

"Harapan kami yang sebetulnya kan udah dibuka lebar sama pimpinan, tinggal kita lebih berkreasi, lebih maju, lebih ngimbangin dengan arus global yang era digitalisasi ini," ujarnya.

"Sehingga kita dengan era digitalisasi ini sekolah-sekolah kita ini bisa mengimbangi perkembangan ilmu itu, dengan menggunakan jarak jauh, peningkatan IT, dengan SDM nya juga. Saya kira itu, mudah-mudahan itu bisa tercapai dan tentu juga cara berkomunikasi, kolaborasi kita tingkatkan," tutup Sugeng.


(ncm/ega)