JC AKP Robin Diharapkan Bisa Ungkap Pihak Lain yang Terlibat

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 11:51 WIB
Jakarta -

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendukung mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) dalam mengajukan justice collaborator (JC). Robin diharapkan dapat mengungkap pihak yang juga terlibat dalam kasus dugaan penanganan perkara Walkot Tanjungbalai M Syahrial.

"Sekarang dengan pengakuan Robin itu berarti sudah sangat membantu dan nanti saya harapkan materi yang diajukan Robin itu memenuhi persyaratan, yaitu salah satunya mengungkap yang lain lebih besar, atau pihak lain yang diduga juga terlibat," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Boyamin setuju JC Robin dikabulkan hakim. Pasalnya, Robin diyakini dapat memudahkan proses penegakan hukum, khususnya dalam perkara penanganan perkara di KPK.

"Saya menyambut gembira atas kemauan Robin Pattuju menjadi justice collaborator, yang tentunya ini akan semakin memudahkan proses penegakan hukum terhadap dugaan kongkalikong, dugaan pemufakatan jahat dalam rangka mengurusi perkara-perkara yang ditangani KPK," katanya.

Lalu, Boyamin juga memandang Robin selama proses persidangan sudah memberikan petunjuk. Salah satunya komunikasi antara Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan M Syahrial.

"Nah, tampaknya Robin juga sudah memberikan kisi-kisi terkait dengan pengakuannya terkait dengan komunikasi antara, maksudnya yang didengar Robin adalah terkait dengan dugaan komunikasi antara M Syahrial dan Ibu Lili Pintauli Siregar, Wakil Ketua KPK," ujarnya.

"Mudah-mudahan ya kalau memang mengungkap pihak lain dan yang lebih tinggi levelnya, berarti ya nanti bisa diproses yang tahapan-tahapan berikutnya, sehingga pengajuan JC Robin disetujui oleh hakim, dan sehingga nanti mendapatkan keringanan hukuman," sambungnya.

Selain itu, Boyamin berharap eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin nantinya juga mengajukan permohonan JC. Hal itu guna dapat mengungkap pihak lain yang turut terlibat dalam putaran perkara ini.

"Dan nanti saya berharap ini pihak-pihak lain juga akan memberikan hal-hal yang terang benderang, bahkan saya berharap terhadap Azis Syamsuddin pun nanti bisa menjadi justice collaborator," katanya.

"Saya mendorong Azis Syamsuddin untuk menjadi JC untuk mengungkap pihak-pihak lain, sehingga ini dapat memudahkan proses penegakan hukum dan hukumannya juga tidak akan terlalu berat, dan pihak-pihak lain yang memang diduga terlibat nanti akan bisa diungkap secara terang-terangnya," tambahnya.

Sebelumnya, AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin mengajukan permohonan justice collaborator (JC) untuk mengungkap percakapan Walkot Tanjungbalai nonaktif M Syahrial dengan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli jadi bukti Robin ajukan JC.

Hal itu terlihat dalam surat yang diajukan Robin ke jaksa KPK dan majelis hakim di sidang. Surat itu berbunyi perihal 'Permohonan Justice Collaborator untuk Mengungkap Peran Komisioner KPK Lili Pintauli Siregar dan Pengacara Arief', yang diserahkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (22/11/2021).

"Bersama ini saya Stepanus Robin Pattuju dengan diketahui penasihat hukum saya Bapak Tito Hananta Kusuma mengajukan permohonan justice collaborator untuk mengungkap peran komisioner KPK Ibu Lili Pintauli Siregar dan pengacara Arief Aceh," bunyi surat permohonan JC Robin.

Robin dalam JC-nya bahkan meminta KPK memeriksa rekening bank pengacara bernama Arief Aceh. Diketahui, dalam sidang etik, terungkap bahwa Lili Pintauli merekomendasikan Arief Aceh untuk membantu Syahrial dalam kasus jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

"Saya mohon, demi prinsip persamaan perlakuan hukum, agar pengacara Arief diperiksa KPK, khususnya untuk membuka aliran rekening bank dari yang bersangkutan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan komisioner KPK Lili Pintauli dan pengacara Arief dalam perkara-perkara lain. Saya mohon agar pengacara Arief diperlakukan sama dengan terdakwa Maskur Husain yang berprofesi sebagai pengacara juga," tulis permohonan itu.

Surat permohonan itu ditandatangani oleh Robin dan pengacaranya Tio Hananta Kusuma.

(azh/dwia)