Dosa Sebesar Zina Masih Bisa Dimaafkan Allah SWT, Benarkah?

Rahma Indina Harbani - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 11:22 WIB
Holy Al-Quran with Allah name on it embraced with beads.
Ilustrasi Allah SWT yang masih mengampuni hambaNya meski punya dosa sebesar zina. Foto: iStock
Jakarta -

Ajaran agama Islam secara tegas melarang perbuatan dosa yang bernama zina. Sejumlah ayat maupun sabda Rasulullah SAW pun telah berulang kali mengingatkan hukuman dan ancaman zina bagi para pelakunya.

Salah satu larangan Allah SWT untuk menjauhi zina diterangkan dalam surat Al Isra ayat 32 yang berbunyi,

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."

Ancaman yang pedih bagi para pelaku zina juga disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. Berikut bacaan haditsnya,

خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

Artinya: "Ambillah dari diriku, ambillah dari diriku, sesungguhnya Allah telah memberi jalan keluar (hukuman) untuk mereka (pezina). Jejaka dan perawan yang berzina hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam." (HR Muslim).

Melihat ancaman dan pernyataan yang jelas terkait zina sebagai perbuatan dosa besar, lalu menimbulkan sejumlah pertanyaan bagi umat muslim terkait pengampunan dosa zina. Apa benar Allah SWT lantas tidak akan menerima taubat dari para pelaku zina?

Ustaz Adi Hidayat melalui dakwah yang disiarkan dalam channel YouTube resminya menjawab pertanyaan ini.

"Apakah dosa zina yang lalu diampuni? In syaa Allah, Allah akan mengampuni dosa-dosa itu seluruhnya sepanjang kamu mau taubat," kata Ustaz Adi Hidayat, seperti dikutip dalam siaran YouTube milik Adi Hidayat Official bertajuk 'Apakah Dosa Zina Diampuni?', Selasa (23/11/2021).

Pasalnya, kata ustaz yang akrab disapa UAH ini, meski banyak ancaman disebutkan dalam A; Quran dan hadits, Allah SWT juga tidak lupa memberikan kesempatan bagi hambaNya. Kesempatan kedua untuk kembali ke jalan yang lurus mencari rahmatNya.

Hal ini tertuang dalam surat Az Zumar ayat 53,

۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

UAH menyebutkan, Allah SWT bahkan memberikan kesempatan bertaubat tersebut, hingga pelaku zina hendak mendekati ajalnya. Bukti Maha Pengampun lagi Maha Penyayang dari Allah SWT.

Proses untuk bertaubat juga dijelaskan oleh UAH. Menurutnya, sebaik-baiknya bentuk taubat yang dilakukan seseorang adalah menutupi aib tersebut untuk dirinya sendiri. Cukupkan perbuatan dosa tersebut diketahui olehnya dan Allah SWT.

"Jadi saya support teman-teman, kembali kepada Allah, dan tutup semua (dosa). Jangan diungkap kemana-mana kalau sudah berdosa. Taubat pada Allah, minta maaf kalau terkait hak-hak manusia, kemudian berbuat lebih baik," tutur dia.

Mengakhiri penjelasannya, UAH kembali mengingatkan terkait hukum Allah SWT yang adil. Allah SWT selalu memberikan seluruh kesempatan bagi hambaNya untuk bertaubat temasuk pelaku zina.

Bahkan, berdasarkan penuturan UAH, kedudukan orang yang mengaku salah dan bertaubat lebih baik di mata Allah. Dibandingkan dengan mereka yang sholeh namun, enggan mengaku salah.

"Semua punya kesempatan untuk kembali dan menjadi lebih baik. Maka sering saya katakan, Allah sangat mencintai para pelaku maksiat yang gemar bertaubat dibandingkan orang sholeh yang tidak pernah merasa salah," tandasnya.

(rah/row)