Warga Lereng Merapi Berbondong-bondong Tinggalkan Rumahnya
Rabu, 26 Apr 2006 10:46 WIB
Boyolali - Aktivitas Gunung Merapi terus meningkat. Warga yang tinggal di dusun-dusun tertinggi bertambah cemas. Mereka akhirnya memilih mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.Seperti yang terjadi Rabu (26/4/2006) pagi, pukul 08.00 WIB. Sekitar 187 warga dusun Pabelan, Desa Tlogolele, berduyun-duyun mengungsi ke Bungalow Tersenyum yang terletak di dekat Kecamatan Selo. Mereka bergabung dengan 170 pengungsi lainnya yang sudah terlebih dahulu berada di lokasi tersebut. Dengan menggunakan truk dan angkutan lainnya, warga desa yang terletak di dusun-dusun tertinggi di lereng Merapi menuju ke pengungsian. Warga khawatir Merapi meletus setelah aktivitas gempa dan suara gemuruh dari arah Merapi semakin meningkat. Apalagi mereka tinggal di wilayah "ring 1" sebagai daerah yang paling berbahaya jika terjadi letusan.Untuk mengantisipasi keselamatan pengungsi, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali Dr Samsudin mengatakan, saat ini telah disiapkan 18 unit mobil ambulan dan puskesmas keliling , 70 dokter umum, 15 dokter spesialis, 5 dokter gigi, dan 150 perawat.Dari jumlah total 357 pengungsi di Bungalow Tersenyum, saat ini ada 5 pengungsi mendapat perawatan di Puskesmas Selo. Saat ini sedikitnya 3 desa dengan jumlah penduduk 8.307 jiwa di wilayah Boyolali terancam bahaya letusan Merapi. Tiga desa tersebut adalah Desa Tlogolele, Jrakah, dan Klakah, yang terdiri dari 20 dusun. Dari 20 dusun tersebut, ada 8 dusun yang terletak di lereng Merapi paling tinggi atau masuk "ring 1".
(jon/)











































