Menaker Lepas Pemberangkatan 173 PMI ke Taiwan

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 20:47 WIB
Menaker Apresiasi Gerak Cepat Polri Tangani Kasus Pungli PMI
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melepas pemberangkatan 173 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja ke Taiwan. Seluruh PMI nantinya akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Merupakan sebuah kebanggaan bagi saya untuk memberikan sambutan sekaligus melepas keberangkatan anak-anakku Pekerja Migran Indonesia untuk bekerja ke Taiwan," kata Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Ida menjelaskan selama masa penutupan penempatan PMI yang dilakukan oleh Otoritas Taiwan sejak awal Desember 2020, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan berbagai upaya untuk membuka kembali penempatan PMI sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Ia menyebut pihaknya juga terus bernegosiasi dengan Otoritas Taiwan, baik melalui TETO (The Taipei Economic and Trade Office) di Jakarta, maupun dengan Kementerian Tenaga Kerja Taiwan di Taipei. Adapun seluruh langkah ini dilakukan guna meyakinkan Otoritas Taiwan bahwa PMI siap untuk ditempatkan dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

"Perjuangan kita semua pada masa pandemi COVID- 19 ini cukup berat, terutama yang harus dilalui oleh anak-anakku semua, di mana proses penempatan PMI ke Taiwan sempat tertunda hampir satu tahun," kata Ida.

Lebih lanjut, Ida mengatakan Pemerintah Taiwan telah membuka kembali penempatan PMI per 11 November 2021. Adapun penempatan ini dilakukan usai pihak Indonesia meyakinkan pihak Taiwan melalui penerbitan SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran COVID-19 di Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja Luar Negeri (LPK-LN).

"Oleh karenanya, saya ucapkan selamat kepada anak-anakku Pekerja Migran Indonesia, yang telah berhasil melalui semua tantangan yang cukup berat itu," jelasnya.

Terkait hal ini, Ida berpesan kepada para penanggung jawab P3MI dan BLKLN agar terus disiplin melaksanakan SOP tersebut. Mengingat langkah tersebut menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19, baik di dalam negeri dan di luar negeri.

Di samping itu, Ida juga berpesan kepada seluruh PMI untuk menjadikan kesempatan bekerja ini sebagai wadah mencari pengalaman, bukan sekadar untuk memperoleh penghasilan memadai.

Ia juga mengingatkan para PMI untuk selalu berkomunikasi secara baik, dan menempuh prosedur penyelesaian masalah yang telah ditentukan. Terlebih Pemerintah Indonesia memiliki perwakilan di Taiwan, yaitu KDEI di Taipei yang dapat membantu PMI.

"Bekerjalah dengan penuh rasa syukur sehingga dapat mencerminkan citra bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang besar, bangsa yang santun, bangsa yang taat aturan, dan bangsa yang unggul sumber daya manusianya," pungkasnya.

(ega/ega)