LaNyalla Ditunjuk Jadi Pembina DPP Ikhwanul Muballighin

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 19:59 WIB
Ketua DPD LaNyalla
Foto: DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima audiensi dari Dewan Pengurus Pusat Ikhwanul Muballighin. Pada kesempatan tersebut, LaNyalla diminta untuk menjadi pembina dalam struktur kepengurusan.

Lebih lanjut, Ketua Umum DPP Ikhwanul Muballighin, KH Anwar Fudoli menerangkan maksud kehadiran mereka. Yakni untuk menyampaikan perkembangan organisasinya yang pada Maret 2021 lalu telah melaksanakan Kongres.

"Saat ini kami mulai melakukan konsolidasi. Dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan Mukernas pada 17-19 Desember 2021. Berkenan kiranya Pak LaNyalla memberi Keynote Speech," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Dia menjelaskan salah satu program kerja yang kini tengah digagas adalah mendorong para Mubaligh menjadi wirausaha. "Salah satu program kerja kami adalah Gerakan Nasional Mubaligh Berwirausaha. Kita akan selenggarakan pelatihan untuk mendukung program kerja tersebut," kata dia.

Sementara itu, Wakil Dewan Syuro DPP Ikhwanul Muballighin, Habib Umar Assegaf, meminta langsung kepada LaNyalla untuk menjadi pembina organisasi mereka. "Jika berkenan, sudi kiranya Pak LaNyalla menjadi Bapak organisasi kami, menjadi Pembina DPP Ikhwanul Muballighin," pinta Habib Umar.

LaNyalla pun mengiyakan. Dia juga meminta doa agar amanah dan bertanggungjawab dalam menjalankan tugas baru sebagai Pembina DPP Ikhwanul Muballighin.

"Doakan saya agar amanah menerima peran baru saya ini sebagai Pembina DPP Ikhwanul Muballighin," tutur LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur mendukung program kerja wirausaha dari DPP Ikhwanul Muballighin. Menurutnya, Mubaligh sudah semestinya mengambil peran dalam penguatan perekonomian nasional.

"Peran yang bisa diambil adalah menjadi wirausaha. Maka, saya mendukung program kerja mubaligh berwirausaha ini," terangnya.

Ketua Dewan Penasehat KADIN Jatim itu juga menyarankan agar para Mubaligh membentuk koperasi sebagai alat mereka membangun usaha. "Saya sarankan koperasi," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut LaNyalla menyinggung rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia. Diketahui, tingkat kewirausahaan Indonesia hanya sekitar 3,47 persen dari total penduduk. Jumlah ini masih di bawah jika dibandingkan negara-negara tetangga.

"Tingkat entrepreneurship kita memang masih rendah, sekitar 3,47 persen dari total penduduk. Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, tingkat kewirausahaannya sudah di angka 4 koma. Singapura yang tertinggi, sudah 8,76 persen," tukasnya.

Sebagai informasi audiensi yang diselenggarakan di Ruang Kerja DPD RI Lantai 8 Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan tersebut, turut dihadiri oleh sejumlah Senator, di antaranya Sylviana Murni (DKI Jakarta), Bustami Zainuddin (Lampung) dan Sukiryanto (Kalbar).

Sementara DPP Ikhwanul Muballighin diwakili oleh KH Anwar Fudoli (Ketua Umum), Habib Umar Assegaf (Wakil Dewan Syuro) H Dede Sunarya (Wakil Bendahara Umum), Ramhat Kardi (Wasekjen) dan Muhammad Ferdian (Wasekjen).

(ega/ega)