Rektor Kritik Data Korban Kekerasan Seksual Kampus Unud dari LBH Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 17:51 WIB
Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. I Nyoman Gde Antara. (Sui/detikcom)
Foto: Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. I Nyoman Gde Antara. (Sui/detikcom)
Denpasar -

Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. I Nyoman Gde Antara mengkritisi data kekerasan seksual yang dirilis oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali. Sebab data tersebut hanya disampaikan ke media massa dan tidak lengkap.

"Sampai saat ini yang saya herankan itu teman-teman dari LBH Bali ngomongnya ke mass media tentang angka-angka itu. Terus terang kami sama sekali tidak memegang data-data itu," kata Antara kepada wartawan, Senin (22/11) lalu.

Karena itu, Antara mengaku akan berkoordinasi dan meminta LBH Bali lebih terbuka. Antara berharap LBH Bali memberikan data-data kekerasan seksual tersebut, baik nama pelaku, waktu kejadian, nama korban dan lokasi kejadian.

"Nah sekarang kami akan berkoordinasi minta LBH Bali lebih terbuka memberikan data-data itu. Yang pertama siapa nama pelakunya, kapan kejadiannya, siapa korbannya, di mana kejadiannya. Itu yang sebetulnya menjadi titik balik kita," terang Antara.

Menurut Antara, jika dibilang ada 42 korban kasus kekerasan seksual di Unud, pihaknya akan sangat sulit menelusuri bila data tidak lengkap. Sebab Unud kini memiliki 35 ribu mahasiswa, 1.700 dosen dan 1.600 tenaga kependidikan.

"Bagaimana kami bisa mengolah (kalau data tidak lengkap)," kata mantan Wakil Rektor Bidang Akademik Unud itu.

Selain mengkritisi data yang tidak lengkap, Antara juga menyoroti data kekerasan seksual LBH Bali yang didapatkan melalui kuesioner. Karena itu, dirinya mempertanyakan validasi dari survei tersebut.

"Kekerasan seksual kok melalui survei, melalui kuesioner, ini yang saya tidak mengerti, kapan survei dan kuesioner itu dilakukan, validasinya bagaimana, berapa populasinya, kemudian eror rate-nya berapa," tanya Antara.

"Jadi pada prinsipnya, kami sangat-sangat terbuka dan akan tegas menyelesaikan kasus ini kalau by data. Saya minta tadi itu (nama) pelakunya, siapa korbannya, kapan kejadiannya, di mana kejadiannya," tegas Guru Besar Fakultas Teknik Unud itu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.