Ironi 3 Kakak-Adik Siswa Penganut Saksi Yehuwa Tinggal Kelas 3 Kali

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 22:36 WIB
Ilustrasi siswa atau sekolah
Ilustrasi (Getty Images/GlobalStock)

Sedangkan tahun ajaran 2020-2021, alasan yang diberikan terkait nilai agama yang rendah atau lagu rohani. Pada tahun ketiga ini sekolah memberikan pelajaran agama, namun ketiga anak diberikan nilai Agama yang rendah sehingga tidak naik kelas.

Ketiga anak dipaksa menyanyikan lagu rohani, meskipun sang guru tahu bahwa itu tidak sesuai dengan akidah dan keyakinan agamanya. Karena tidak dapat melakukannya, ketiga anak diberi nilai rendah dan tidak naik kelas lagi.

Secara psikologi, ketiga anak disebut sangat terpukul dengan perlakuan diskriminasi yang diterima. Retno juga mengatakan pihaknya telah berbicara dengan ketiga anak tersebut, di mana ketiganya menyebut tidak mau melanjutkan sekolah bila kembali tak naik kelas.

"Ketiga anak sudah menyatakan dalam Zoom Meeting dengan KPAI dan Itjen Kemendikbudristek bahwa mereka tidak mau melanjutkan sekolah jika mereka tidak naik kelas lagi untuk keempat kalinya," ungkap Retno.

Retno mengatakan Itjen Kemendikbudristek bersama KPAI akan melakukan pemantauan langsung ke Tarakan pada 22-26 November 2021. Tim Pemantauan akan bertemu dengan sejumlah pihak, dari orang tua pengadu dan anak-anaknya, pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Inspektorat Kota Tarakan, sampai LPMP Kalimantan Utara.

"KPAI segera melakukan koordinasi dengan Itjen Kemendikbudristek untuk pemantauan bersama ke Tarakan," imbuhnya.

Kemendikbudristek turun tangan untuk memeriksa ke lokasi, simak selengkapnya