19 Kota Dipantau Ketat Pemerintah Gara-gara Kasus Corona Meningkat

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 17:32 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 19 kota saat ini dipantau ketat karena mengalami kenaikan kasus COVID-19. Kenaikan kasus di 19 kota itu terjadi berturut-turut di atas 2 minggu terakhir.

"Kami juga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik jadi kita tidak perlu khawatir, tapi kita memonitor yang memiliki potensi ada kenaikan," kata Budi, dalam jumpa pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/11/2021).

Budi mengungkap totalnya ada 19 kota yang dipantau pemerintah karena mengalami kenaikan kasus. Akan tetapi, kenaikan kasus tersebut masih relatif kecil.

"Walaupun memang jumlahnya masih kecil, positivity rate-nya masih rendah, BOR rumah sakitnya juga masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau nanti ada kenaikan," ujar Budi.

Adapun rincian dari 19 kota yang dimonitor, misalnya Fak-fak dan Purbalingga, yang mengalami kenaikan kasus baru dalam 4 minggu berturut-turut. Selain itu, ada Lampung Utara yang telah 3 minggu berturut-turut mengalami kenaikan kasus.

Serta 16 kota selama 2 minggu terakhir mengalami kenaikan kasus. Namun Budi tak menyebutkan 16 kota lainnya yang sedang dimonitor ketat.

"Jadi kurang-lebih ada 19 kota yang kita monitor secara ketat, kita surveillance secara ketat karena ada kenaikan kasus walaupun masih kecil lebih dari 2 minggu," ungkapnya.

Budi mengatakan di 19 kota tersebut harus dilakukan perbaikan dari sisi tracing dan testing-nya. Ia meminta agar pihak yang menjadi kontak erat harus di-tracing.

"Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut, apa yang harus diperbaiki, ini adalah tracing-nya dan testing-nya. Jadi testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing," ujarnya.

"Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan disiplin untuk tracing kontak eratnya dan melakukan testing bagi orang yang didefinisikan sebagai kotak erat sudah sangat rendah," ujarnya.

Menkes Budi meminta kepala daerah, seperti bupati/wali kota, selalu meningkatkan dan menjaga disiplin testing dan tracing-nya. Hal tersebut sangat penting untuk bisa mencegah adanya gelombang baru.

(yld/dhn)