Pemerintah Perlu Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Tibo Cs
Rabu, 26 Apr 2006 01:01 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) sebelum Fabianus Tibo (55)dieksekusi. Tim ini untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnaya terjadi pada saat itu.Hal tersebut diusulkan mantan anggota Komnas HAM Asmara Nababan seusai diskusi mengenai keterlibatan negara dalam kekerasan politik di Poso, Selasa (25/04/2006).Diskusi itu berlangsung di Sekretariat Jaringan Relawan Kemanusian, Jalan Bonang No. 1 A Menteng, Jakarta Pusat."Saran saya sebenarnya kita minta komunitas-komunitas disana mengusulkannya jadi jangan kita. jadi komuniatas Islam dan Kristen yang ada di Palu mencalonkan orang-orang yang tidak ikut dalam konflik itu. Bisa saja dari Lombok, Bali, Aceh yang bisa masyarakat percayai," ujar Asmara.Adanya tim pencari fakta tersebut merupakan tuntutan masyarakat Sulawesi Tengah. Ini disebabkan banyak fakta yang telah mereka ketahui namun belum terungkap dan diketahui oleh masyarakat luas. "Oleh karena itu perlu adanya versi resmi jadi tidak yang seperti sekarang, versi sebagai pengamat, akademisi, aktivis dan versi pemerintah semuannya mengklaim kebenaran," katanyaMenurut Asmara, tim ini merupakan bagian dari pengungkapan fakta yang lebih lengkap. Karena selama ini masih banyak fakta-fakta lain yang perlu diungkap di luar kasus Tibo. "Pengungkapan ini perlu dilakukan agar masyarakat bisa belajar dan hal yang sama tidak terjadi lagi dimasa depan," katanya Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu dijatuhi vonis pidana mati karena terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat langsung dalam serangkaian kasus pembunuhan secara berencana di Poso yang menewaskan puluhan orang dan menghancurkan ratusan rumah.
(nal/)











































