Bertemu Jokowi, Yusril Sampaikan Keinginan Swasta Bangun Ibu Kota Baru

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 16:39 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Foto ilustrasi (bukan dari pertemuan tadi): Jokowi dan Yusril (Dok.detikcom)
Jakarta -

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yusril mengorganisasi perusahaan pengembang swasta yang ingin membangun ibu kota negara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Keterangan ini disampaikan Yusril lewat siaran pers tertulis, Senin (22/11/2021), hari yang sama dengan berlangsungnya pertemuan di Istana Negara, Jakarta.

Yusril mengatakan pertemuan dirinya dengan Jokowi di Istana juga dihadiri oleh Menteri Sekretariat Negara Pratikno. Yusril berniat membantu Jokowi mendalami berbagai permasalahan hukum tentang Ibu Kota Negara (IKN) yang RUU-nya kini sedang dibahas dengan DPR.

Yusril, yang juga menjadi pengacara beberapa perusahaan pengembang raksasa dalam dan luar negeri, akan mengorganisasi peranan swasta yang berkeinginan membangun area komersial di IKN. Pembiayaan sepenuhnya dilakukan oleh swasta sesuai peruntukan lahan mengikuti masterplan IKN.

"Tanpa pengembangan commercial area, IKN bisa menjadi kota hantu," kata Yusril. Dia menyampaikan Jokowi juga mengiyakan pernyataannya.

Selanjutnya, Yusril menyampaikan swasta tak ingin membebankan pembangunan ke pemerintah: