Ketum PKB: Pertamina-PLN Harus Segera Susun Roadmap Transisi Energi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 16:39 WIB
Muhaimin Iskandar
Foto: PKB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengingatkan untuk segera menyiapkan perencanaan transisi energi dari energi fosil menjadi energi hijau. Hal ini sebagaimana yang telah digaungkan dalam KTT Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa ke-26 (COP26) beberapa waktu lalu.

"Sudah waktunya pemerintah segera menyiapkan roadmap yang jelas dan terukur soal transisi energi dari fosil ke energi hijau seperti yang disampaikan Indonesia di COP26 yang lalu. Bagi saya, PKB, transisi energi ini tidak boleh ditunda-tunda," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/11/2021).

Dia mendukung penuh seruan Presiden Joko Widodo bagi Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera mengakselerasi penyusunan peta jalan dan strategi Indonesia dalam menjalankan transisi energi secara komprehensif. Selain itu, menurutnya skema rencana perlu dibuat dengan matang.

"Saya mendukung penuh Presiden bahwa Pertamina dan PLN sebagai induk energi Indonesia harus segera menyusun roadmap itu. Rencanakan dengan baik skemanya dan targetnya juga harus jelas," tuturnya.

Wakil Ketua DPR RI ini menilai perubahan iklim merupakan ancaman global yang dampaknya akan dirasakan seluruh dunia tanpa terkecuali, seperti pandemi COVID-19. Ditambah muncul bukti sains dan kualitatif seputar keadaan bumi yang semakin panas, cuaca ekstrem, permukaan air laut naik dan banjir dalam skala ekstrem.

"Semuanya akibat dari perubahan iklim. Perubahan iklim adalah ancaman katastropik (mematikan) bagi keberlanjutan dan kemakmuran semua negara dan semua penduduk dunia," katanya.

Dia menegaskan RI memiliki kedudukan khusus dan punya peran penting dalam mendinginkan suhu bumi. Mengingat Indonesia merupakan paru-paru dunia dengan hutan alam dan mangrove yang akan dan telah menyerap karbon dalam skala raksasa.

Meski demikian, dia mengakui sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kerentanan ekstrem akibat perubahan iklim. Untuk itu, dia mendorong solusi-solusi perubahan iklim yang mendesak demi kepentingan Indonesia dan dunia.

"Kita perlu menggunakan pendekatan 'a whole government' dan 'a whole society' untuk mencapai target peak emission nasional dan carbon net sink FOLU (Forestry and Other Land Use) pada tahun 2030 dan Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat," tukasnya.

(akd/ega)