AKP Robin Ungkap Percakapan M Syahrial Minta 'Bantu' ke Lili Pintauli

Zunita Putri - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 16:22 WIB
Gedung baru KPK
KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin mengungkapkan percakapan antara Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan Walkot Tanjungbalai nonaktif M Syahrial. Robin menyebut dalam percakapan itu, Lili berniat membantu Syahrial yang berperkara di KPK.

Hal itu diungkapkan Robin saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Maskur Husain di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (22/11/2021). Awalnya, jaksa menggali pertemuan pertama Robin dengan Syahrial di rumah dinas mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Kuningan, Jaksel.

Robin mengaku kenal Syahrial dikenalkan oleh ajudan Azis bernama Dedi. Setelah pertemuan itu, keduanya pun saling berkomunikasi.

Robin mengaku Syahrial meminta bantuannya untuk memantau perkaranya di KPK. Sebab, kata Robin, Syahrial mendapat informasi dia sedang diselidiki KPK.

"Syahrial (menghubungi Robin) menanyakan apakah udah dapat informasi atau belum tentang permasalahannya, saya jawab minta waktu beberapa hari lagi karena tim saya sedang mencari informasi. Setelah saya hubungi Pak Maskur, Pak Maskur mengatakan bahwa kalau dia mau dibantu untuk kita kawal, kita pantau perkaranya, dia harus bayar fee," kata Robin.

Robin mengaku setelah seminggu berkomunikasi, Syahrial kembali menghubunginya karena mendapat informasi berkasnya sudah di meja Lili. Robin pun mengungkapkan percakapan antara Lili dan Syahrial. Seperti apa?

"Saya dihubungi lagi oleh Syahrial. Pada saat itu jam kantor, saya ingat, Syahrial telepon saya siang, dia mengatakan bahwa 'Bang, ini udah dapat informasi belum, soalnya saya barusan dihubungi sama Bu Lili (Pimpinan KPK) yang menyatakan bahwa 'Rial, ini gimana berkasmu ada di meja saya? Terus dijawab sama Syahrial 'Terus gimana, Bu? Dibantu lah, Bu'. Terus Bu Lili menyampaikan 'Ya sudah kalau mau dibantu kamu ke Medan ketemu dengan pengacara namanya Arif Aceh'," beber Robin.

"Atas hal itu, Syahrial menyampaikan ke saya 'Ini saya sudah dapat konfirmasi betul. Terus saya tanya itu Ibu Lili yang dimaksud siapa? 'Ibu Lili Wakil Ketua KPK' 'Oh berarti Abang ini ada komunikasi dengan Ibu Lili?' 'Ada, saya disuruh untuk menghubungi yang namanya Arif Aceh'," imbuh Robin.

Robin mengaku tidak kenal dengan Arief Aceh itu. Menurut Robin, tidak ada orang KPK yang bernama itu.

"Saudara menyebutkan ke Syahrial, 'Oh ini ada pemain?" tanya jaksa KPK.

"Itu saya bilang, saya cari informasi dulu, saya konfirmasi ke Pak Masku. Betul (pemain) setelah saya tanyakan ke Pak Maskur, Pak Maskur menyampaikan 'wah itu pemain di KPK'," jawab Robin.

Robin mengatakan saat itu Syahrial sempat ragu, saat Lili Pintauli menginformasikan perkara ke Syahrial. Namun, pada akhirnya Syahrial memilih bekerja sama dengan Robin dibanding Lili untuk memantau perkaranya agar tidak dinaikan menjadi tersangka.

"Betul. Pada saat itu saudara Syahrial menanyakan 'wah kalau begitu lewat jalur siapa ya? Jalur Abang atau jalur Ibu Lili. Saya bilang 'terserah pilih yang mana'. Kami juga tidak memaksa. Atas hal itu, Syahrial jawab pikir-pikir dulu. Kemudian, beberapa hari kemudian, Syahrial menelepon ya sudah saya minta bantuan Abang aja," jelas Robin.

Setelah Syahrial memilih Robin, keduanya pun menyepakati fee untuk memantau perkara Syahrial. Dia mengaku total menerima fee dari Syahrial Rp 1,695 miliar dan dibagi dua dengan Maskur Husain.

"Yang diberikan Syahrial sesuai BAP Rp 1,695 miliar. Pak Maskur Rp 1,205 miliar, saya Rp 490 juta," ungkap Robin.


Robin Sebut Maskur Husain Kenal Ali Pegawai KPK

Lebib lanjut, dalam sidang ini Robin menyebut Maskur Husain selain mengenal Robin, Maskur juga mengenal sejumlah pegawai KPK lainnya. Salah satunya bernama Ali.

"Apa yang buat saudara yakin terdakwa (Maskur Husain) bisa membuat Syahrial tidak jadi tersangka?" tanya jaksa KPK.

"Hanya menjelaskan kalau dia punya kenalan banyak di KPK," jawab Robin.

Robin mengaku tidak tahu siapa orang yang dikenal Maskur di KPK selain dia. Maskur, kata Robin, tidak menceritakan siapa sosok tersebut.

"Nggak dikasih tahu," kata Robin.

"Kalau orang awam saya paham, tapi saudara kan penyidik," timpal jaksa.

"Betul, pada saat itu terdakwa bilang kepada saya bahwa terdakwa kenal orang KPK yang namanya Ali yang punya jabatan. Saya nggak tahu Ali siapa, kemudian Aldi,"

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa Maskur Husain. Maskur didakwa bersama Robin menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Simak juga 'Saksi Ungkap 'Atasan' AKP Robin di Sidang, KPK Siap Telusuri':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/yld)