MUI DKI: Tim Siber Bukan Khusus Bela Anies, Itu Hanya Contoh

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 15:57 WIB
Anies Baswedan Dapat Gelar Pemuka Utama Budaya Betawi
Anies Baswedan (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

MUI DKI menuturkan pembentukan 'cyber army' tidak dikhususkan untuk membela Gubernur Anies Baswedan. MUI DKI mengatakan pembentukan tim siber ini untuk membela jika muncul kriminalisasi ulama.

"Nggak ke sana kita, jadi memang belakangan agak blunder di media itu, waktu itu Ketum memberikan contoh dan beberapa pernyataan Ketum di wawancara-wawancara jelas, kami tidak menyebut khusus membela Pak Anies, tapi lebih kepada membela kalau ada kriminalisasi ulama yang tak sesuai koridor hukum," kata Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta Faiz Rafdi kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

"Jadi prinsipnya sejalan dengan pemerintah, kalau konteksnya Ketum kan memberi contoh jika kebijakan Pemprov yang bagus tentu harus didukung jadi bukan membela Pak Anies, apalagi kaitannya dengan Presiden, jauh sekali," imbuhnya.

Faiz juga mengatakan tim ini bukan seperti cyber army. Untuk penamaannya, Faiz menyebut masih ada usulan selain cyber army.

"Juga ada masukan dengan istilah mujahid digital, dai milenial, mujahid cyber, jadi bukan cyber army yang berkembang belakangan. Kami infokom menyambut baik karena latar belakangnya era medsos ini banyak info berseliweran yang tak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Jadi lebih MUI bisa berperan menangkal hoax menebarkan informasi yang benar dan ini sejalan dengan fatwa MUI tentang haramnya buzzer bahwa membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, di situ peran kita," jelas dia.

Tak Masuk Dalam Proposal Hibah

Faiz juga menegaskan program tim siber ini tidak masuk proposal pengajuan hibah ke Pemprov DKI. Dia mengatakan dana hibah digunakan untuk program MUI yang sudah lama berjalan.

"Hibah itu misal digunakan untuk PDU PKU, itu gratis untuk yang tidak mampu kuliah, sekolah, itu disekolahin di PDU (Pendidikan Dasar Ulama), PKU (Pendidikan Kader Ulama) itu biayanya dari hibah itu, untuk fatwa tentu masa pandemi aja ada 14 fatwa, itu butuh biaya butuh kajian, kalau hibah itu untuk cyber kurang tepat," kata Faiz.

"Jadi intinya hibah itu sudah lama dan untuk program MUI DKI, makanya DPRD ketuk palu. Ini (tim siber) kan program baru, hibah program lama," imbuhnya.

Faiz mengatakan sumber dana tim siber MUI DKI masih dicari. Maka dipastikan bukan dari hibah Pemprov DKI.

"Ini saja sudah mau laporan akhir tahun, kan harus laporan, ini program baru bulan kemarin. Justru dananya kita lagi cari sumbernya dari mana apakah swadaya atau dari mana kita belum pikirkan," kata dia.

Simak video 'MUI DKI Bentuk Tentara Siber Buat Anies, Riza Patria: Memang Masih Ada Hoax':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/hri)