Duduk Perkara Arteria-Ibunda Ribut dengan Wanita Ngaku Anak Jenderal TNI

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 13:02 WIB
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dan ibunda terlibat ribut-ribut dengan wanita yang mengaku anak jenderal TNI. Arteria mengungkapkan kronologi ribut-ributnya hingga tasnya disepak.

"Pas landing di bandara, staf saya itu nurunin barang," kata Arteria kepada detikcom, Senin (22/11/2021).

Arteria mengaku duduk di kursi ekonomi dalam penerbangan tersebut, tepat di belakang kursi kelas bisnis. Arteria menyebut rombongannya kemudian dianggap menghalangi jalan.

"Kita kan sama-sama di ekonomi, pas di belakang bisnis. Entah kenapa kami dianggap menghambat jalan, (tapi) pintunya belum dibuka," kata Arteria.

Arteria menyebut wanita mengaku anak jenderal TNI itu ingin terlihat berbeda dan dia tidak masalah dengan hal itu. Arteria menekankan dirinya dan keluarga tidak menghalangi jalan, apalagi ibunya berusia 80 tahun.

"Dia ingin memperlihatkan dia agak berbeda. Tapi kita kan tidak mempermasalahkan. Dia bilang barang bawaan saya banyak, orang saya bertiga bawa koper dua, wajar kan?" kata Arteria.

"Orang tua saya 80 tahun, dia butuh penyangga tulang itu, memang harus kita bawa, ditenteng-tenteng begitu. Kalau kami kelebihan, itu ada otoritasnya," imbuh politikus PDIP.

Arteria menyebut barang bawaannya sudah difoto-foto oleh polisi. Namun, Arteria heran tasnya sampai disepak.

"Sudah difotoin semua sama polisi itu semua, orang kita bertiga, koper cuma dua. Ditendanglah tas itu, disepak, ibu saya kan cuma 'Kok begitu?', cuma begitu saja. Disepaklah istilahnya," kata Arteria Dahlan.

detikcom sudah berupaya meminta konfirmasi terkait peristiwa ini kepada Kapuspen TNI Mayjen Prantara Santosa, tapi belum ada jawaban. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Arteria Dahlan juga mengaku sudah berbicara dengan si wanita mengaku anak Jenderal TNI tersebut. Namun, wanita tersebut, diceritakan Arteria, malah marah-marah lagi.

"Sudah, sampai di jalan saya ngomong sama suaminya, kan naik bus itu, 'Mas kalau boleh jangan begini'. Kemudian dia meradang maki-maki saya sampaikan ke tempat bagasi, mulai dari bus turun lorong itu, sampai ke tempat bagasi," kata Arteria Dahlan.

(gbr/hri)