Viral 2 Wanita Berkelahi di Pantai Penarukan Bali karena Rebutan Pria

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 12:02 WIB
Tangkapan layar video viral 2 wanita di Bali berkelahi memperebutkan pria. (dok. Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video viral 2 wanita di Bali berkelahi memperebutkan pria. (dok. Istimewa)
Buleleng -

Viral di media sosial video perkelahian 2 wanita di Pantai Penarukan, Bali. Keduanya saling menjambak rambut hingga adu jotos demi memperebutkan seorang laki-laki.

Dalam video yang viral seperti dilihat detikcom, Senin (22/11/2021), tampak 2 wanita yang berkelahi sama-sama mengenakan baju hitam. Satu wanita menggunakan celana panjang putih dan satunya lagi mengenakan celana merah.

Kedua perempuan itu berkelahi dengan saling memukul dan menjambak rambut. Dalam video yang beredar juga terlihat beberapa orang yang merekam perkelahian tersebut tanpa ada yang melerai.

Menyikapi beredarnya video tersebut, Unit Cyber Polres Buleleng telah melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (17/11) sekitar pukul 17.00 Wita di Pantai Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

"Diketahui motif kejadian perkelahian tersebut karena adanya permasalahan rebutan laki-laki," kata Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto dalam keterangan tertulis, Senin (22/11/2021).

"Kasus ini sudah dilakukan penyelesaian antara kedua belah pihak dengan melibatkan kedua orang tua masing-masing dan telah dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi kejadian yang sama," terang Andrian.

Penyelidikan polisi juga mengungkap perkelahian tersebut berawal dari perempuan bercelana merah menghubungi lawannya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Melalui percakapan WhatsApp tersebut, mereka saling menuduh telah menjelekkan salah satu teman kedua perempuan tersebut.

Percakapan di WhatsApp tersebut mengakibatkan kesalahpahaman di antara kedua perempuan tersebut. Akhirnya terjadilah tantangan dari wanita bercelana merah untuk berkelahi.

"Sehingga kejadian perkelahian terjadi pada hari Rabu tanggal 17 November 2021 sekira pukul 17.00 Wita di Pantai Penarukan," jelas Andrian.

Andrian mengakui bahwa pada saat kejadian, ada beberapa orang yang hadir. Salah satu penonton merekam perkelahian tersebut dengan ponselnya. Setelah kejadian, hasil rekaman tersebut dikirimkan kepada temannya melalui WhatsApp.

"Tujuan melakukan perekaman dan dikirimkan ke nantinya dipergunakan di status story akun media sosial terutama di WhatsApp," ungkap Andrian.

(nvl/nvl)