Hitamnya Hitam

Stephan Letter Si Perawat Pencabut Nyawa Punya Masa Lalu Menyedihkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 15:07 WIB
Stephan Letter si Malaikat Maut (AP News)
Stephan Letter si Malaikat Maut (AP News)
Jakarta -

Stephan Letter, perawat di Jerman yang membunuh 29 pasiennya, ternyata memiliki masa lalu yang menyedihkan. Hal inilah yang diduga membuat mentalnya tidak stabil.

Seperti dikutip dari Murderpedia, Kamis (19/11/2021), Stephan Letter dilatarbelakangi oleh motif 'kasihan'. Letter mengaku dirinya kasihan melihat para pasiennya sekarat. Namun, pengakuan Letter ini dianggap tak masuk akal.

Letter dianggap memiliki cacat mental. Hal ini dikuatkan dengan riwayat ibunya yang memiliki riwayat penyakit mental.

Namun ternyata masa lalu Letter memang tidak mudah. Ia pernah bercita-cita menjadi dokter. Sayangnya, nilainya terlalu biasa untuk bisa meraih mimpinya itu. Akhirnya Letter harus puas atas profesinya sebagai perawat.

Selain itu, Letter pernah jatuh cinta kepada seorang perawat wanita yang menderita gangguan kepribadian.

Kendati demikian, masa lalu Letter tetap tidak mempengaruhi hakim untuk tidak menjatuhkan hukuman seumur hidup.

Letter kemudian didakwa dengan 16 tuduhan pembunuhan, 12 pembunuhan, dan satu pembunuhan atas permintaan si pasien. Letter divonis hukuman penjara seumur hidup pada 20 November 2006.

Pembunuhan pertama dimulai pada Februari 2003, kurang dari sebulan setelah Letter mulai bekerja di sana, dan semua pasien meninggal selama 17 bulan ia bekerja di klinik Sonthofen. Mayoritas berusia 75 tahun atau lebih, meskipun yang termuda baru berusia 40 tahun.

Kematian para pasien tidak menimbulkan kecurigaan pada saat itu. Namun polisi mulai dipanggil karena beberapa obat-obatan hilang dari klinik. Stephan Letter akhirnya ditangkap ketika polisi menemukan obat di rumahnya. Menurut jaksa penuntut di kota selatan Kempten, tempat persidangan berlangsung, obat itu cukup untuk membunuh 10 orang.

Simak juga 'Lonjakan Kasus Covid-19 di Jerman, Merkel: Situasinya Sangat Dramatis':

[Gambas:Video 20detik]