Pemerintah Masih Pertimbangkan 1 Mei Libur Nasional

Pemerintah Masih Pertimbangkan 1 Mei Libur Nasional

- detikNews
Selasa, 25 Apr 2006 16:41 WIB
Jakarta - Keinginan para pekerja agar Hari Buruh 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional hingga kini baru sebatas mimpi. Pemerintah sampai saat ini masih dalam proses mempertimbangkan usulan tersebut. "Masih dipertimbangkan. Karena bangsa Indonesia masih dalam tahap peningkatan produktivitas. Maka jika dibuat menjadi hari libur akan terjadi kontraproduktif," kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Depnakertrans Muzni Tambusai usai diskusi tentang pembahasan upah minimum di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (25/4/2006).Menurutnya, berkaca dari negara lain khususnya Amerika -- negara asal Hari Buruh dibuat -- justru Hari Buruh tidak libur. Selain itu Indonesia sudah mempunyai Hari Pekerja Indonesia yang diambil dari hari lahirnya Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)."Kita kan sudah punya Hari Pekerja Indonesia. Jadi nanti akan timbul lagi masalah dari sebagian besar buruh lain yang menganut pada itu," ujarnya.Namun Muzni menyatakan, jika nantinya 1 Mei akan diperingati sebagai Hari Buruh, maka pemerintah tidak akan melarangnya. Bahkan jika dalam peringatan hari tersebut tersebut dilakukan aksi menolak revisi UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan seperti yang diisukan. "Pemerintah akan memberi kebebasan kepada buruh dengan tidak akan bersikap apa-apa. Kalau ada bentrokan kita hanya bisa mengendalikan," tuturnya. Soal revisi UU yang sedang dibahas, Muzni meminta masyarakat bersabar karena masih dalam pengkajian atau pengujicobaan dari lima perguruan tinggi yang ditunjuk. "Nanti hasilnya baru akan dilempar ke tripartit," tandasnya tanpa merinci kapan akan selesai pembahasannya. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads