KSAD Nilai Petinggi GAM Mudik ke Aceh Bukan Ancaman
Selasa, 25 Apr 2006 16:00 WIB
Jakarta - Berkebalikan dengan analisa BIN, pihak TNI AD justru tidak mengkhawatirkan keberadaan sembilan orang petinggi GAM dari Swedia yang mudik ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan mengancam keamanan. "Kita berpikiran positif. Kan sekarang sudah menyatu antara mantan anggota GAM dengan masyarakat," kata KSAD Jenderal Djoko Santoso di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2006).Djoko mengakui dirinya tidak tahu apakah para petinggi GAM tersebut benar-benar akan kembali ke RI. Jajarannya di lapangan juga belum memberikan laporan adanya indikasi dari sembilan orang tersebut untuk menggalang kembali kekuatan GAM.Demikian juga dengan kegaiatan lain yang mengarah pada disintegrasi atau melawan hukum lainnya. Seperti memperjualbelikan senjata api atau menganggu pelaksanaan tahapan Pilkada yang rencananya berlangsung Agustus mendatang."Kalau pun itu terjadi, itu urusan Polri untuk menegakkan hukum. Bukan TNI. Kami mengantisipasi membantu tugas-tugas kepolisian. Kan status NAD tertib sipil," tambahnya.
(nrl/)











































