Pastikan Listrik Tanpa Kedip di WSBK, PLN: Tak Ada Gangguan

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 22:06 WIB
Petugas PLN
Foto: dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) turut menyukseskan gelaran Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021 yang dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). PLN menjamin listrik tanpa kedip selama gelaran ajang pembalap motor muda internasional tersebut.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan pasokan listrik di hari pertama gelaran IATC 2021 aman di seluruh venue. Kegiatan IATC putaran pertama dan kedua telah berjalan di lintasan Sirkuit Mandalika.

"Hari ini seluruh kegiatan berjalan lancar, tidak ada gangguan. Meskipun hujan deras turun di lokasi dan sempat membuat balapan tertunda, alhamdulillah listriknya aman. Besok masih ada gelaran World Superbike, kami akan terus bersiaga untuk memastikan listriknya aman," kata dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11).

PLN telah menyiagakan 244 personel untuk bersiaga mengamankan pasokan listrik di Mandalika. PLN juga telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk memastikan keandalan selama event berlangsung.

Adapun sarana dan prasarana yang telah disediakan antara lain 47 mobil, 12 sepeda motor, 6 Unit Mobile Trafo, 7 unit genset dengan total kapasitas 3.200 kW, dan 9 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 1.070 kVA.

Menurut Zulkifli, saat ini listrik di Lombok memiliki data mampu pasokan listrik sebesar 340.100 kiloWatt (kW), sedangkan beban puncaknya 269.588 kW. Dengan begitu sistem kelistrikan Lombok memiliki cadangan listrik yang cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan.

Cadangan pasokan listrik tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gelaran balap internasional, tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan industri, bisnis, dan pariwisata di wilayah Lombok. Pasokan listrik tersebut dapat menciptakan geliat perekonomian seiring dengan dioperasikannya Sirkuit Mandalika.

"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat supaya sistem kelistrikan selalu andal, terutama pada gelaran yang akan membawa nama Indonesia di dunia internasional", tutup Zulkifli.

(prf/ega)