Dibangun Oktober, Tembok Penahan Tebing Rp 1,6 M di Sumut Sudah Runtuh

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 16:06 WIB
Tembok penahan tebing yang dibangun Oktober 2021 di Labuhanbatu roboh (dok. Istimewa)
Tembok penahan tebing yang dibangun Oktober 2021 di Labuhanbatu runtuh. (Foto: dok. Istimewa)
Labuhanbatu -

Tembok penahan tebing di sisi jembatan Aek Katia di Kecamatan Bilah Barat, Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), runtuh. Padahal proyek Rp 1,6 miliar itu baru dibangun Oktober 2021.

"Kita juga belum tahu apa sebabnya. Tapi karena itu belum BA (pembuatan berita acara untuk pembayaran proyek), jadi itu masih tanggung jawab pemborongnya (pelaksana proyek)," kata Plt Kadis Kominfo Labuhanbatu Rajid Yuliawan ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (20/11/2021).

Rajid mengatakan kerugian akibat runtuhnya tembok tersebut sepenuhnya ditanggung pelaksana proyek. Dia mengatakan pelaksana proyek harus membangun ulang tembok tersebut sesuai kontrak.

"Sedari awal itu kan seharusnya memang diawasi. Ada pengawas proyeknya. Nah, kita tidak tahu bagaimana pengawas itu di sini. Kalau mereka tidak mengerjakan pekerjaannya sesuai aturan, itu nantinya tentu akan diperiksa atasannya," ujar Rajid.

Tembok penahan tebing yang dibangun Oktober 2021 di Labuhanbatu roboh (dok. Istimewa)Tembok penahan tebing yang dibangun Oktober 2021 di Labuhanbatu runtuh. (Foto: dok. Istimewa)

Tampak tembok penahan tebing tersebut runtuh ke sungai. Sebagian ruas jalan juga rusak karena tanah yang ditahan tembok tersebut longsor ke sungai.

Selain itu, tampak nama perusahaan yang mengerjakan proyek tertera di papan nama proyek. Ada juga nilai kontrak serta jadwal pelaksanaan proyek yang tertera pada papan tersebut.

"Nilai kontrak Rp 1.673.000.000 (Rp 1,6 miliar). Sumber dana APBD TA 2021/tanggap darurat. Jadwal pelaksana mulai Oktober 2021 selesai Desember 2021," demikian isi papan nama proyek tersebut.

Tembok penahan tebing yang dibangun Oktober 2021 di Labuhanbatu roboh (dok. Istimewa)Tembok penahan tebing yang dibangun Oktober 2021 di Labuhanbatu runtuh. (Foto: dok. Istimewa)

Salah satu warga, Muksin Pohan, mengatakan warga telah mengingatkan pelaksana proyek soal kemungkinan runtuhnya tembok tersebut. Dia menduga proyek itu dikerjakan asal-asalan.

"Seharusnya kalau cara ngecornya betul, tapi campurannya tidak sesuai, maka dinding itu akan retak saja, tidak sampai runtuh. Tidak seperti ini," jelasnya.

Dia mengatakan tembok tersebut runtuh pada Senin (15/11) sore. Dia menyebut saat itu cuaca cerah dan tidak ada hujan yang mengguyur daerah itu.

"Runtuhnya hari Senin tanggal 15 November 2021, jam 4 sore. Saya lihat itu. Cuaca cerah, bukan karena hujan. Nggak ada hujan hari itu," ujarnya.

(haf/haf)