Di Forum Internasional, Prabowo Tegaskan RI Punya Konsep Pertahanan Rakyat

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 15:55 WIB
Menhan Prabowo Subianto saat menghadiri Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021
Menhan Prabowo Subianto (Foto: Foto: Twitter resmi ISS Manama)
Jakarta -

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri forum dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021 yang digelar di Bahrain. Dalam forum tersebut, Prabowo menjelaskan Indonesia memiliki konsep pertahanan rakyat.

Prabowo menjadi pembicara dalam forum tersebut pada Jumat (19/11). Prabowo menyebut Indonesia terdiri dari beragam campuran banyak ras, suku, budaya, agama, serta kepercayaan masyarakat lokal yang dipraktikkan berabad-abad sebelum kedatangan agama-agama besar dunia.

Kondisi tersebutlah yang melatarbelakangi Indonesia menjadi negara yang terbuka atas hubungan eksternal dengan selalu berupaya menciptakan suasana harmonis agar dapat hidup damai berdampingan bersama semua pihak.

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan strategi pertahanan Indonesia pada dasarnya adalah defensif atau bertahan, dalam arti tidak memiliki aspirasi teritorial di luar wilayah nasional Indonesia, juga tidak mempunyai kebutuhan melakukan proyeksi kekuatan pertahanan terlalu jauh keluar wilayah NKRI.

"Secara historis, Indonesia selalu mengandalkan konsep pertahanan rakyat total, yang kami sebut dalam bahasa Indonesia adalah hankamrata. Sebuah sistem pertahanan rakyat total. Sejak berabad-abad ini telah menjadi postur defensif hampir semua raja, sultan dan pangeran kita di seluruh Nusantara," kata Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/11/2021).

"Tanpa dukungan kuat dari rakyat, tidak ada penjajah dapat bertahan di Nusantara. Ini adalah latar belakang postur pertahanan Indonesia," ungkap Prabowo.

Kemudian, Prabowo menjelaskan, dalam implementasinya, Indonesia memperkuat komando teritorialnya, mulai desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Namun Prabowo menegaskan pemerintah Indonesia berkomitmen terus menjaga hubungan baik dengan semua negara dan menjaga netralitas sebagai negara nonblok dalam mengatasi berbagai permasalahan.

Di samping itu, negara Indonesia tergabung dalam asosiasi multilateral ASEAN, sebagai motor penggerak dalam arsitektur keamanan kawasan. Melalui ASEAN, Indonesia telah mengatasi banyak masalah teritorial.

"Tradisi ASEAN adalah saling menghormati. Dan ini, alhamdulillah, telah berhasil kami pertahankan selama ini. Ini adalah pengalaman positif dari pendekatan multilateral," ungkap Ketum Partai Gerindra itu.

Diketahui, International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue adalah elemen penting bagi keamanan Timur Tengah. IISS adalah forum bagi para menteri, pakar, tokoh pembentuk opini, dan komunitas sebagai wadah pertahanan keamanan paling mendesak yang terjadi di Timur Tengah dan telah dilaksanakan sejak 2004.

Forum dialog internasional yang mengambil tema 'Multilateralisme dan Timur Tengah' tersebut menjadi satu momen penting bagi para pembuat kebijakan maupun pemimpin dari seluruh Timur Tengah, Amerika Utara, Amerika Utara, Afrika, dan Asia untuk berdialog dalam upaya menemukan jawaban atas masalah kebijakan paling mendesak kawasan ini.

Selain itu, dialog ini memberikan kesempatan untuk melakukan diskusi bilateral dan multilateral serta menjadi awal terbentuknya kebijakan diplomasi pertahanan dan keamanan regional.

Dalam forum itu Prabowo juga berbicara tentang dukungan Indonesia untuk perdamaian Palestina. Selengkapnya halaman berikutnya.