Mendes Puji BUMDes di Belitung, Hasilkan 3.000 Telur/ Hari untuk Warga

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 15:48 WIB
Harga telur anjlok, peternak ayam di Majalengka nombok
Ilustrasi. Foto: Bima Bagaskara
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendorong peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dia meminta agar wilayah lain ikut mencontoh model pengelolaan usaha BUMDes yang telah sukses, seperti di BUMDes Sedulang Jaya, Kabupaten Belitung Timur.

"Peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) (di) Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, business model-nya sudah bagus. Dari sisi produksi dan pemasaran juga terencana dengan baik sehingga bisa diduplikasi di BUMDes yang mempunyai unit usaha sejenis," ujar Halim dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).

Saat meninjau usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Sedulang Jaya, Jumat (19/11), dia mengatakan peternakan ayam petelur tersebut bisa memperkuat ketahanan pangan hewani di Belitung Timur yang juga dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi.

Di samping itu, bisa mempermudah warga dalam memperoleh telur ayam segar. Dengan begitu, kebutuhan gizi masyarakat setempat dapat terpenuhi dengan baik. Dikatakannya, BUMDesa Sedulang Jaya berhasil memproduksi lebih dari 3.000 butir telur per hari dan menyuplai sebagian kebutuhan telur ayam di Kabupaten Belitung Timur.

"Produksi peternakan telur ini membuat telur yang dikonsumsi masyarakat Belitung Timur masih segar, dibandingkan harus mendatangkan telur dari luar daerah. Penting ini," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini berharap keberhasilan peternakan telur dapat ditularkan ke BUMDes lain guna meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat sekitar. Ia juga mengajak seluruh BUMDes agar tidak segan-segan menduplikasi model usaha BUMDesa yang telah sukses.

Di sisi lain, Halim juga mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan produk lokal yang ada di desa. Menurutnya dengan membeli produk lokal dapat membantu proses percepatan pemulihan ekonomi, terutama di desa dan daerah.

"Telur ayam dari luar banyak, tapi kalau masih ada dari lokal, ambil dari lokal untuk percepatan ekonomi di daerah. Kalau bisa duit itu jangan sampai keluar daerah, bahkan kalau bisa justru masuk, tapi jangan keluar," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Lalang Jaya, Artono, menjelaskan usaha peternakan BUMDes Sedulang Jaya baru dikelola sekitar dua tahun terakhir dengan modal awal yang bersumber dari dana desa. Tak hanya peternakan, BUMDesa Sedulang Jaya juga memiliki unit usaha di sektor lain, yakni pertokoan dan perkebunan hortikultura seperti sayuran dan cabai.

"Kami membaca potensi peternakan ayam petelur di Belitung Timur cukup luar biasa. Karena pasokan telur masih kurang. Apalagi Desa Lalang Jaya letaknya di tengah kota (Kecamatan) Manggar, sangat strategis," tuturnya.

Dia menyebut pengembangan usaha BUM Desa tak hanya berhasil membuka peluang kerja bagi sejumlah warga di desa ini, namun juga berdampak pada peningkatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Artono menilai tak sedikit warga desa setempat yang menjadi reseller telur ayam produksi BUM Desa Sedulang Jaya.

"Harga telur yang kami jual cukup murah karena memang punya desa. Yang penting ekonomi masyarakat meningkat," tukasnya.

(prf/ega)