HUT Muhammadiyah, Waket MPR Singgung Kolaborasi Atasi Masalah Bangsa

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 22:05 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mengucapkan selamat atas Milad Muhammadiyah yang ke-109. Pada usia yang telah menginjak lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah berkontribusi dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan negara Indonesia.

Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang berperan nyata dalam memberikan sumbangsih terhadap peradaban bangsa, ikut memajukan kualitas pendidikan, dan memberikan kontribusi sosial yang nyata, Muhammadiyah telah menjadi bagian yang melekat pada sejarah panjang perjalanan Republik Indonesia.

"Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dan sosial yang berkontribusi nyata bagi kemajuan republik. Peran kesejarahan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi," ungkap Syarief dalam keterangannya, Jumat (19/11/2021).

"Karena itu, saya mengucapkan selamat atas Milad Muhammadiyah ke-109. Semoga dengan bertambahnya usia, Muhammadiyah akan tetap melanjutkan peran sosial dan keagamaan demi majunya bangsa dan negara," imbuhnya.

Lebih lanjut politisi senior Partai Demokrat ini berpandangan bahwa gerakan pendidikan berupa pembangunan banyak sekolah, serta komitmen sosial dalam membantu mengentaskan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat telah menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu berjuang secara mandiri.

Sudah ada banyak lulusan dari berbagai lembaga pendidikan yang dirintis dan dikelola oleh Muhammadiyah. Begitu pula dengan berbagai kegiatan sosial yang telah berhasil membantu negara mengentaskan kemiskinan.

"Komitmen kebangsaan Muhammadiyah dalam membela NKRI, mempromosikan nilai-nilai toleransi, serta kritis-konstruktif pada berbagai persoalan kebangsaan adalah wujud nyata dari pengejawantahan Pancasila," ujarnya.

"Muhammadiyah sedari awal adalah salah satu penopang utama republik, terus mewarnai, dan berperan dalam rangkaian panjang sejarah republik. Ruang-ruang pengabdian ini yang perlu terus disemai, sehingga pembangunan kebangsaan bukan saja menjadi tugas pemerintah, namun tugas kita bersama," jelas Syarief.

Syarief juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa di era pandemi dan pasca pandemi adalah memastikan peran yang lebih dari masyarakat sipil.

Keterbatasan yang dimiliki negara membuatnya perlu bersinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada. Peran pembinaan, sosialisasi, maupun konsolidasi komunitas akan sangat efektif jika ditopang oleh beragam komunitas dan kelompok sosial yang ada.

"Kita hidup di era kolaborasi yang meniscayakan kerja sama dan saling mengisi antara negara, pasar, dan masyarakat sipil. Ketiganya memiliki peran yang saling terkait dan harus saling menopang," ujarnya.

"Dalam konteks ini pulalah negara harus memberikan ruang yang kondusif bagi tumbuh berkembangnya inisiatif-inisiatif masyarakat sipil dalam membantu mengentaskan berbagai persoalan kebangsaan. Muhammadiyah telah melakukan peran kesejarahannya yang nyata, sesuatu yang harus mendapatkan apresiasi dan atensi yg tinggi " tutup Syarief.

(ncm/ega)