Data Personel Polri Diduga Bocor, PPP: Tingkatkan Security Awareness

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 21:36 WIB
Polisi
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Baru-baru ini, ribuan data anggota polisi diduga bocor. Bahkan, kali ini hacker yang mengaku berasal dari Brasil meretas 28 ribu database Polri dan membagikan data pribadi anggota polisi. Menanggapi kasus ini, Anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal menilai keamanan siber Polri masih lemah.

"Security Awareness dan sistem yang dimiliki Polri harus ditingkatkan serta audit keamanan siber Polri harus dilakukan, apalagi lembaga ini sering jadi sasaran peretas," ujar Iqbal dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Anggota Dewan dari PPP ini mengatakan peretasan situs Polri bukan terjadi kali ini saja, sebab ia melihat lembaga ini sering menjadi sasaran peretas. Iqbal menjelaskan peretasan yang dilakukan pun beragam, mulai dari pengubahan penampilan atau deface, mengubah menjadi situs judi online, bahkan pencurian database personel.

"Polri harus belajar dari berbagai kasus peretasan yang pernah menimpa institusinya, utamanya peretasan yang dilakukan oleh Hacker asal Brasil baru-baru ini," harapnya.

Sekretaris Fraksi PPP MPR RI ini menduga ada kesamaan dalam kasus peretasan situs Polri kali ini dengan peretasan situs www.pusmanas.bssn.go.id yang sebelumnya terjadi. Ia menyebutkan peretasnya memiliki pola yang mirip, yaitu sama-sama mengaku dari Brasil dan akun Twitter yang digunakan untuk mengumumkan peretasan dan membagikan data hasil peretasan itu pun memakai nama akun yang mirip.

"Komisi 1 akan mendukung penuh penyelidikan terkait peretasan terhadap lembaga kepolisian ataupun lembaga dan kementerian lainnya," tegas Iqbal.

"Polri bersama BSSN harus berkolaborasi untuk menyelidiki kasus peretasan 28 ribu data pribadi anggota polisi tersebut. Jika perlu, Polri tidak perlu malu untuk bekerja sama dengan pihak lain," kata Iqbal.

Sebagai informasi, sejak Rabu (17/11) malam beredar kabar di media sosial yang menyatakan database yang memuat 28.000 data personel polisi Indonesia telah dibobol hacker. Informasi itu diunggah salah satu akun Twitter dengan username @son1x666.

Peretas ini mengaku bahwa data yang dibagikan adalah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan anggota polisi (termasuk tiga orang jenderal), lengkap dengan nama, alamat, pangkat, satuan kerja, tanggal lahir, jenis pelanggaran, nomor hp, dan email.

Diketahui, akun Twitter @son1x666 sendiri mengklaim dirinya sebagai bagian dari tim hacker theMx0nday. Akun ini merupakan kelompok hacker asal Brasil yang sebelumnya meretas dan melakukan deface pada situs BSSN pada beberapa pekan lalu.

(akn/ega)