Terlihat di Mindanao, Dulmatin dan Umar Patek Diburu
Selasa, 25 Apr 2006 14:07 WIB
Cotabato - Dua orang Indonesia yang menjadi dedengkot bom Bali, Dulmatin dan Umar Patek, memang pintar bersembunyi. Hingga kini, kedua buron ini belum juga tertangkap. Terakhir, tentara dan polisi Filipina melihat keduanya sedang berada di Mindanao bagian selatan. Kini, aparat Filipina sudah merapat ke daerah tersebut untuk memburunya. Komandan Marinir Filipina Brigjen Ben Dolorfino mengaku tentara dan polisi telah dikerahkan untuk menelusuri daerah di Mindanao yang menjadi tempat berkeliaran Dulmatin dan Umar Patek. "Mereka (Dulmatin dan Patek) dalam pengejaran sekarang," kata Dolorfino, Selasa (25/4/2006) seperti dikutip Bangkokpost. Menurut dia, sebelumnya Dulmatin dan Umar Patek berada di pusat kota Mindanao. Namun, kemudian keduanya pindah ke pinggiran Zamboanga. Keduanya juga termonitor berada di dekat Provinsi Basilan, Sulu dan Tawi-tawi. "Keduanya bergabung dengan kelompok bersenjata, termasuk kelompok Abu Sayyaf, yang diketahui beroperasi di daerah itu," Dolorfino menambahkan. Dulmatin dan Patek merupakan tersangka kunci kasus Bom Bali I yang menewaskan 200 orang. Sebelum terlihat di Mindanao, Dulmatin dan Umar Patek sempat terlihat berada di provinsi Manguindanao dan Cotabato beberapa bulan lalu. Menurut Dolorfino, Dulmatin dan Patek pindah ke Zamboanga, kemungkinan setelah ditolak oleh muslim dari Moro Islamics Liberation Front (MILF). MILF sendiri telah berniat melakukan negosiasi dengan pemerintah Filipina dan berjanji untuk membantu pemerintah memerangi terorisme.
(asy/)











































