3.311 Warga Merapi Diungsikan
Selasa, 25 Apr 2006 13:23 WIB
Semarang - Evakuasi total terhadap warga sekitar Gunung Merapi memang baru akan dilakukan setelah status 'awas' diberlakukan. Namun untuk mengantispasi hal terburuk, hingga kini tercatat 3.311 orang sudah diungsikan. Warga yang diungsikan berasal dari tiga kabupaten yakni, Magelang, Klaten, dan Boyolali. Merekan ditempatkan di 8 lokasi pengungsian yang terdiri dari balai desa, sekolah, dan bungalow. "Warga Klaten tercatat paling banyak diungsikan yakni 1.908 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Kemalang," kata Kasubdin Penanggulangan Bencana Kesbang Linmas Jateng Sumarsono ketika ditemui di kantornya, Jl. Ahmad Yani, Semarang, Selasa (25/4/2006). Sumarsono menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, di Magelang sudah ada 1.229 warga Kecamatan Srumbung dan Dukun yang diungsikan. Sementara di Kecamatan Selo, Kab Boyolali, 174 warga dievakuasi ke kawasan yang dinyatakan aman jika terjadi letusan. Selain diungsikan, 10 warga Magelang dilarikan ke RSU Muntilan karena kondisi tubuhnya mengkhawatirkan. "Sebagian besar yang diungsikan adalah para manula, balita, dan perempuan," ungkapnya. Sementara soal bantuan untuk pengungsi, Sumarsono menjelaskan, pihaknya telah menyalurkan bantuan sarana yang didapatkan dari Depsos RI. Barang-barang tersebut berupa tenda, tikar, genset, lampu sorot, megaphone, dan tangki air. Selain itu, Kesbang Linmas Jateng juga sudah memberikan bantuan makanan berupa beras, mie instan, sarden, dan lain-lain ke Magelang, Boyolali, dan Klaten. "Untuk selimut, masker, obat-obatan, dan beberapa peralatan lainnya kita masih minta ke pemerintah pusat," terang Sumarsono. Hingga saat ini, Kesbang Linmas terus memantau perkembangan Gunung Merapi. Setiap hari mereka melaporkan hasilnya ke gubernur. Menurut Sumarsono, jika status Merapi sudah 'awas', maka pihaknya bersiap melakukan evakuasi paksa terhadap warga sekitar Merapi. "Pada saat situasi 'awas' diberlakukan, kita masih punya waktu dua jam. Waktu itulah yang akan kita manfaatkan untuk melakukan evakuasi paksa terhadap warga yang masih bertahan di daerah berbahaya," tegas Sumarsono.
(nrl/)











































