Pemerkosa Anak di Subulussalam Aceh Divonis 150 Bulan Penjara

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 15:28 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi Palu Hakim (Ari Saputra/detikcom)
Subulussalam -

Majelis hakim Mahkamah Syar'iyah (MS) Kota Subulussalam, Aceh, memvonis terdakwa pemerkosaan anak dengan hukuman 150 bulan penjara. Hukuman tersebut sama dengan 12 tahun 6 bulan penjara.

Dilansir dari Antara, Jumat (19/11/2021), vonis tersebut dibacakan majelis hakim diketuai Pahruddin Ritonga didampingi Junaedi dan Muhammad Naufal sebagai hakim anggota. Sidang berlangsung secara virtual diikuti terdakwa NI bin S yang didampingi penasihat hukumnya.

Vonis majelis hakim tersebut lebih berat dari tuntutan JPU. Pada persidangan sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman cambuk 100 kali dan ditambah dengan uqubat ta'zir cambuk di depan umum sebanyak 50 kali dengan dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan. Namun majelis hakim berpendapat tuntutan tersebut masih ringan.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah pemerkosaan terhadap anak. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa NI bin S dengan uqubat ta'zir penjara selama 150 bulan, dikurangi selama terdakwa ditahan," ujar majelis hakim.

Majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Dalam aturan itu, pemerkosaan diancam uqubat ta'zir cambuk paling sedikit 150 kali dan maksimal 200 kali atau paling sedikit 1.500 gram emas murni, paling banyak 2.000 gram emas murni atau penjara paling singkat 150 bulan paling lama 200 bulan.

Hal memberatkan terdakwa ialah merusak masa depan korban. Terdakwa tidak mendukung pelaksanaan hukum syariat Islam di Provinsi Aceh.

Sedangkan hal meringankan adalah terdakwa masih berusia muda serta mengakui dan menyesali perbuatannya. Terdakwa juga disebut berjanji tidak akan mengulanginya.

(agse/haf)